Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tidak Ada Terorisme dan Radikalisme yang Masuk ke Ngada
Regional NTT

Tidak Ada Terorisme dan Radikalisme yang Masuk ke Ngada

By Redaksi5 Oktober 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dandim 1625 Ngada Letnan Kolonel Czi, Arman Hidayah, S.Sos.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Dandim 1625 Ngada Let‎kol Czi Arman Hidaya menyatakan sejauh ini tidak ada terorisme dan radikalisme yang masuk ke Kabupaten Ngada dan Nagekeo.

Menurut dia, hingga kini di wilayah hukumnya di dua kabupaten itu masih aman-aman saja dari ancaman terorisme dan radikalisme.

“Namun kita tetap mengantisipasi dengan caranya kita,” ujar Dandim Arman usai apel Hut TNI yang ke-72 di lapangan Kartini Bajawa‎, Rabu (4/10/2017).

Dia menegaskan, pihaknya siap membantu mengantisipasi penyebaran terorisme dan radikalisme di Ngada dan Nagekeo khususnya, dan di Indonesia umumnya.

“Saya sudah intruksikan kepada Babinsan dan segenap jajaran TNI di Kodim 1625 Ngada untuk selalu siaga dan memantau tempat-tempat yang diduga terorisme yang akan masuk,” tegas dia.

Dandim Arman mengaharap masyarakat juga ikut membantu aparat untuk mengantisipasi terorismes dan radiakalisme sejak dini.

“Kita juga minta masyarakat untuk melaporkan secepatnya kepada aparat terdekat jika melihat seseorang atau kelompok yang mencurigaikan di daerah Ngada dan Nagekeo,” pintanya.

Menurutnya, ada beberapa tempat yang diduga mudah masuknya terorisme dan radikalisme di wilayah Ngada dan Nagekeo. Itu diantaranya, Pelabuhan Riung, Pelabuhan Aimere dan Pelabuhan Marapokot.

“Tempat ini saya selalu meminta anggota terus melakukan pemantauan selama 24 jam,” ujarnya. (Arkadius Togo/AA/VoN)

Ngada
Previous ArticleProyek PAMSIMAS di Desa Manong Bermasalah
Next Article Asty Dohu: Saya Tidak Bentak dan Tantang Kadis Kominfo Matim

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.