Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Belu Termasuk Daerah Endemik Malaria
KESEHATAN

Belu Termasuk Daerah Endemik Malaria

By Redaksi14 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Kornelis Kodi Mete saat membawakan sambutan dalam acara wisuda anggkatan ke XIV Akademi Keperawatan Kabupaten Belu pada di aula Graha Kirana Atambua, Jumat (13/10/2017) (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kornelis Kodi Mete mengatakan saat ini terdapat tujuh kabupaten di NTT merupakan daerah endemik malaria. Satu diantaranya yakni Kabupaten Belu.

Sedangkan enam kabupaten lainnya yakni, Lembata, Ende dan empat kabupaten di Pulau Sumba.

Untuk mengatasi persoalan endemik malaria, Kornelis meminta pemerintah daerah membangun sinergi dengan semua pihak termasuk masyarakat agar bebas dari endemik malaria. Sebab penyakit itu merupakan persoalan serius yang memiliki dampak cukup kompleks.

Selain itu, untuk membebaskan Belu dari malaria, maka perlu bekerja sama dengan Negara Timor Leste.

Kerja sama dengan negara tentangga itu penting dilakukan agar benar-benar bebas dari endemik malaria.

Sebab apabila di Belu sudah bebas, namum ada mobilisasi penduduk dari dan ke Timor Leste, maka akan tetap berpengaruh pada masih terjadinya penyakit malaria.

Hal ini karena plasmodium malaria bisa saja dibawa oleh orang yang keluar dan masuk dari dan ke Timor Leste.

“Untuk membasmi malaria maka yang paling tepat adalah menggunakan pendekatan pulau. Artinya karena Belu masih satu pulau dengan Timor Leste maka kita harus bekerja sama dengan Timor Leste karena keluar masuknya masyarakat di dua negara ini bisa membawa plasmodium malaria. Jadi kalau kita hanya bersihkan Belu saja hasilnya tidak akan maksimal,” kata Kornelis ketika memberikan sambutan dalam acara wisuda angkatan ke XIV Akademi Keperawatan Kabupaten Belu di aula Graha Kirana Atambua, Jumat (13/10/2017).

Dia menambahkan, untuk membebaskan plasmodium malaria bukan merupakan pekerjaan pemerintah sendiri, namun merupakan tanggungjawab semua pihak termasuk masyarakat.

“Kita bisa membasmi malaria manakala kerja kita menjadi langkah cerdas dengan terlibat dalam kerja pemerintah,” ujar Kornelis.

Tidak hanya pada malaria, dia juga mengajak pemerintah dan masyarakat Belu untuk serius menangani berbagai penyakit menular yang hingga kini masih menjadi momok bagi masyarakat.

Menurut Kornelis, selama ini pemerintah sudah banyak menggelontorkan dana untuk penanganan penyakit menular. Tapi langkah yang diambil belum maksimal sehingga belum membuahkan hasil yang optimal.

Namum demikian, dia optimis NTT bisa memenuhi target pemerintah pusat, dimana pada 2030 NTT akan bebas dari penyakit menular malaria.

“Pak Bupati, saya minta agar tenaga kesehatan yang hari ini dilantik bisa disebarkan ke desa-desa agar bisa membantu kerja pemerintah dalam penanganan berbagai masalah penyakit penular sehingga kita bisa lebih dahulu memenuhi target sebelum 2030,” ajaknya.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Adrianus Aba

Belu
Previous ArticleWartawan Vox NTT Berbagi Ilmu Menulis di SMAK Fransiskus Ruteng
Next Article Puisi: Wakil Rakyat

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.