Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Di Ende, 1043 Ton Raskin Terancam Hangus
Regional NTT

Di Ende, 1043 Ton Raskin Terancam Hangus

By Redaksi16 November 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aktivitas di gudang Bulog Sub Divre Ende belum lama ini (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kepala Sub Divre Bulog Ende, Aceng Nurdin membenarkan jatah beras miskin (raskin) Kabupaten Ende Tahun 2017 belum didistribusikan menyeluruh.

Padahal, kata dia, jatah pengambilan raskin berakhir pada 30 November 2017.

Ia tidak memastikan penyebab 1043 ton raskin dibagikan kepada rakyat.

“Kami tidak tahu apa sebab sampai belum diatribusi. Tugas kami kan mendistribusikan beras,” ucap Aceng di ruang kerjanya, Kamis (16/11/2017) siang.

Aceng menerangkan, batas pendistribusian raskin akan segera berakhir. Apabila tidak, raskin tersebut dinyatakan hangus.

“Jatah untuk tahun ini (2017) nggak bisa dibagikan tahun depan. Jadi hangus dan tetap disimpan di gudang,” ungkap dia.

Ia mengklaim, tenggang waktu pendistribusian raskin tidak diperpanjang. Sehingga bagi desa-desa yang belum menebus dapat memanfaatkan waktu yang sisa.

Soal jumlah desa yang belum distribusi, sebut Aceng, sebanyak 22 desa.

“Ada lima kecamatan yang sudah distribusi. Sisanya, ada beberapa desa yang belum sama sekali,” ujar dia.

“Kami tidak tahu, apakah masyarakat masih butuh raskin atau tidak. Ya, mungkin desa belum menyetor ke Bulog sehingga jadi begini,” katanya.
Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleBreaking News: Terjadi Kebakaran di Gunung Iya Ende
Next Article Mobil Terjun ke Jurang, Warga Wolokaru Ende Tewas

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.