Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kadis Budpar TTU Keluhkan Biaya Perawatan Objek Wisata
Regional NTT

Kadis Budpar TTU Keluhkan Biaya Perawatan Objek Wisata

By Redaksi23 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala dinas Kebudayaan dan pariwisata kabupaten TTU, Agustinus Kaesnube. (Foto: Eman Tabean)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,VoxNTT- Kepala dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Kabupaten Timor Tengah Uatara (TTU), Agustinus Kaesnube akhirnya angkat biacara soal Tanjung Bastian.

Sebelumnya media ini memberitakan kondisi Objek wisata yang terletak di Wini kecamatan Insana Utara ini, yang dipenuhi tumpukan sampah dan kotoran kambing.


Pantai Tanjung Bastian yang dipenuhi sampah. (Foto: Eman Tabean)

Kaesnube saat ditanyai VoxNtt.com di gedung DPRD TTU pada Kamis (23/11/2017) menjelaskan, terkait pengelolaan objek wisata Tanjung Bastian, pihaknya mengalami kendala, yakni terjadi kekurangan sumber daya manusia.

Pasalnya, mengelola objek wisata seluas areal  63 Ha tersebut, dinas kebudayaan dan pariwisata hanya mengandalkan 4 (empat) orang staff saja.

Baca: Tanjung Bastian Bak Tempat Sampah dan Kandang Kambing

“Saat ini Unit pelaksana teknis yang tangani pengelolaan Tanjung Bastian sudah tidak ada dan tersisa empat orang pegawai kami disana, yang dimana dua orang berstatus PNS dan dua lainnya kontrak. Ini sangat sulit untuk tangani areal lahan yang mencapai 63 Ha tersebut,” jelas Mantan Asisten Ekonomi dan pembangunan setda TTU tersebut.

Selain itu, masalah lain menurut dia adalah kurangnya biaya perawatan. Kata dia dana perawatan lokasi pariwisata, khususnya Tanjung Bastian dan kolam renang Oeluan, hanya Rp 100 juta.

Namun dia menegaskan, untuk mengatasi kekurangan dana dan sumber daya manusia tersebut, pihaknya tengah berupaya membangun koordinasi dengan pihak pemerintah desa, agar sama-sama mengelola objek wisata tersebut.

“Kita sementara rumuskan nota kesepahamannya seperti apa dengan pemerintah desa, untuk pengelolaannya seperti apa, kita targetkan dalam waktu dekat bisa selesai dirumuskan,” ujar Kaesnube.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni Jehadin

TTU
Previous ArticlePius Lustrilanang Ajak Warga Nagekeo Gunakan Program “Dua Anak Cukup”
Next Article Soal Rastra Non Reguler, Ini Penjelasan Kabulog Ruteng

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.