Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Rekam e-KTP di Borong, Kades Buti Diduga Peras Warga
NTT NEWS

Rekam e-KTP di Borong, Kades Buti Diduga Peras Warga

By Redaksi4 Desember 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Pungli
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Kepala Desa Buti, Kecamatan Sambi Rampas, Paskalis I Ireni diduga memeras warga pada saat merekam e-KTP di Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur (Matim) pada Rabu, 29 November 2017 lalu.

“Hari Rabu kemarin kami datang rekam KTP di Borong. Sampai di sini Kades minta uang 50 ribu per orang. Katanya untuk biaya petugas yang rekam KTP, kami bingung. Rekam KTP itu bayar atau gratis,” kata salah satu warga Desa Buti yang meminta namanya tidak dimediakan kepada VoxNtt.com, Senin (04/12/2017).

Dia menambahkan, puluhan warga Desa Buti datang ke Borong menggunakan mobil dengan sewa pakai.

“Kami bayar kendaraan 100 ribu per orang. Tambah lagi Kades minta uang 50 ribu. Jadinya, kami keluar biaya yang besar,” ujar sumber itu.

Dia pun berharap, Pemda Matim melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bisa menindaklanjuti persoalan ini. Sebab, yang warga tahu perekaman e-KTP tidak dipungut biaya.

“Kalau gratis, berarti apa yang dilakukan Kades Buti itu menyalahi aturan. Harap ini ditindaktegas,” tuturnya.

Sementara itu, hingga berita ini dirilis Kepala desa Buti Paskalis I Ireni belum berhasil dikofirmasi terkait laporan warga ini.
Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleDi Usianya yang Renta, Janda Miskin Asal Matim Ini Pertanyakan Bantuan Rastra dan PKH
Next Article API Kartini: Pendidikan Politik Bagi Perempuan Sangat Penting

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.