Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Tampil dengan Busana Adat Sikka, Ini Mimpi Ernawati Harman Majukan Tenun Ikat NTT
Seni dan Budaya

Tampil dengan Busana Adat Sikka, Ini Mimpi Ernawati Harman Majukan Tenun Ikat NTT

By Redaksi10 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ernawati Harman
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT– Pendaftaran paket Benny K Harman dan Beny A Litelnoni (HARMONI) sebagai bakal calon Gubernur NTT beberapa hari lalu menampilkan sesuatu yang unik.

Dalam prosesi pendaftaran itu, pelangi kebhinekaan NTT sungguh menyata lewat pertunjukan tarian khas daerah yang dipentaskan relawan HARMONI di depan kantor KPU Provinsi NTT.

Tak hanya tarian yang dipentaskan, para relawan, keluarga dan simpatisan juga mengenakan pakaian adat daerah NTT sebagai aplikasi tagline “Kita Bhineka, Kita Harmoni”.

BKH sendiri memakai destar, selendang, dan kain tenun bermotif songke Manggarai, sementara istrinya, Maria G. Ernawati Harman terlihat apik mengenakan busana adat Sikka.

“Tagline kami kan kita Bhineka, kita Harmoni. Saya sebagai orang Dikka yang lahir dan besar di Sikka bangga menggunakan pakaian adat Sikka. Selain menunjukkan kebhinekaan, saya juga mau menunjukkan identitas saya sebagai orang Sikka” pungkas Ibu Erna, saat diwawancarai VoxNtt.com di sela-sela prosesi pendaftaran, Senin (08/01/2018).

Ernawati Harman

Erna sendiri mengaku di balik pakaian adat yang dikenakan perempuan Sikka terkandung nilai dan penghargaan.

Perihal itu, dia menyebut di Sikka ada adagium yang berbunyi “Du’a utan(g)ling labu welin(g)” yang arti dan atau maknanya kurang lebih “kain sarung dan baju setiap wanita haruslah bernilai, berharga”.

Tak hanya bangga memakai pakaian adat, terinspirasi dari busana adat Sikka, lulusan doktor Universitas Indonesia ini ternyata punya mimpi besar untuk memajukan tenun ikat NTT yang tergolong bermutu tinggi dengan motif dan corak yang beraneka warna.

“Tenun ikat harus dilestarikan karena saya melihat anak-anak muda sekarang sudah jarang yang bisa menenun. Karena itu kerajinan tenun harus diperjuangkan untuk menjadi mulok (muatan lokal) di sekolah-sekolah,” kata alumni SMPK Frater dan SMA Sint Gabriel-Maumere ini.

Erna mengakui para pengrajin tenun masih konvensional dalam memproduksi busana adat daerah. Karena itu perlu membuat pelatihan khusus agar para pengrajin pintar mengkombinasikan warna.

Tujuannya  agar corak tenun tersebut terlihat eye catching dan mempunyai nilai jual di pasaran.

“Kalau kami tepilih nanti, saya dan pa Benny akan mencari pasar untuk menjual tenun ikat NTT, sehingga pengrajin terpacu dan dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga” harapnya.

 

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Irvan K

Kota Kupang Tenun NTT
Previous ArticleTPDI: NTT, Anak Tiri Penegakan Hukum
Next Article Melki Laka Lena: Paket Tahun-Konay Miliki Tiga Kelebihan

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Jaksa Sebut Dalil Praperadilan Chris Liyanto Masuk Pokok Perkara

11 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.