Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tahun 2017, di Nagekeo Ditemukan 6 Sampel Anjing Positif Rabies
Regional NTT

Tahun 2017, di Nagekeo Ditemukan 6 Sampel Anjing Positif Rabies

By Redaksi18 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi rabies
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Berdasarkan laporan hasil pengujian laboratorium Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo, selama tahun 2017 ditemukan enam sampel positif anjing rabies. Keenamnya telah menggigit warga.

“Di tahun 2017 sampel yang kita lakukan tes laboratorium ada enam positif anjing rabies dari 19 sampel yang diuji. Enam sampel itu yang kita ambil setelah anjing menggigit warga,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo, Fransiskus X.P.G Bethana yang ditemui voxNtt.com di ruang kerjanya, Kamis (18/01/2018).

Disinggung terkait ada 13 warga Aeramo yang dgigit anjing pada Aelasa, 16 Januari malam lalu, ia mengatakan berdasarkan kajiannya anjing itu telah mengarahkan ke suspect tinggi.

“Arahnya ke rabies karena gigitan lebih dari dua korban,” ujarnya.

Dikabarkan sebelumnya, sebanyak 13 ‎orang warga Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo diduga digigit anjing rabies pada Selasa, 16 Januari 2018 malam.

Kendati tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun terdapat luka robek pada kaki dan belakang punggung ke-13 korban.

“Satu ekor anjing diduga anjing rabies secara berentetan mengigit 13 orang warga Aeramo tadi malam,” ujar Kepala Puskesmas Danga, Klaudia Pau yang ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Rabu (17/01/2018).

Dia mengatakan, ke-13 pasien warga yang diduga digigit anjing rabies tersebut diketahui setelah Selasa malam dirawat di Puskesmas Danga.

“13 pasien gigitan anjing sudah berikan pengobatan dan mereka sudah pulang ke rumahnya masing-masing,” kata Klaudia.

Menurut Klaudia anjing yang diduga rabies itu telah mati dipukul warga. Sementara kepalanya sedang dilakukan pemeriksaan di Dinas Peternakan Nagekeo.

Atas insiden tersebut, Klaudia pun mengimbau kepada masyarakat Nagekeo agar apabila digigit anjing, uapaya pertolongan pertama kali yakni mencuci luka gigitan itu dengan deterjen.
Mencuci luka gigitan harus di air yang mengalir dan setelahnya baru dibawa ke puskesmas.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleKesadaran Warga Nagekeo untuk Vaksinasi Anjing Masih Rendah
Next Article Lima Paslon Pilkada Matim Orang Sehat?

Related Posts

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.