Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Frans Sarong Berkomitmen Meretas Keterisolasian Matim
Pilkada

Frans Sarong Berkomitmen Meretas Keterisolasian Matim

By Redaksi8 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bakal calon bupati Matim, Frans Sarong (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Bakal calon bupati Manggarai Timur (Matim), Frans Sarong berkomitmen untuk meretas keterisolasian di kabupaten itu.

Menurut bakal calon bupati yang berpasangan dengan Kasmir Don tersebut, selama ini kondisi infrastruktur di Matim   viral di media sosial.

Warga net terus  mem-bully Pemkab Matim lantaran kondisi infrastruktur yang sangat buruk.

Kata dia, masyarakat Kecamatan Elar, Elar Selatan, Lamba Leda dan beberapa wilayah yang terisolir terus berteriak karena infrastrukur jalan yang sangat buruk.

Oleh karena itu, menurut Frans, infrastruktur jalan di Matim perlu mendapatkan perhatian serius dan mesti menjadi prioritas pembangunan ke depan.

Bagi dia, infrastrukur jalan adalah nadi perekonomian masyarakat. Tanpa infrastruktur yang baik tentu tidak bisa menunjang ekonomi masyarakat dengan baik pula.

Dikatakan, jika infrastruktur jalan dalam kondisi baik, ekonomi masyakat juga baik. Biaya transportasi dari kampung ke kota menjadi murah. Harga barang-barang kebutahan masyarakat pun tidak mencekik leher.

Selain itu, pelayanan kesehatan masyarakat juga pasti terjamin. Akses menuju rumah sakit umum di kota pasti tidak terhambat.

“Jika ada orang yang sakit di Elar dan Elar Selatan atau di Lamba Leda, tidak ada lagi peristiwa pasien mati di jalan. Itu kalau jalan baik. Juga tidak lagi, orang Elsel mau ke Borong harus lewat kabupaten tetangga. Masyarakat Matim kalau mau ke Pota terpaksa harus lewat Manggarai Tengah. Untuk menjual hasil komoditi pertanian juga masyarakat setengah mati. Semua itu terkendala di infrastruktur jalan,” ungkap mantan wartawan Harian Kompas itu kepada VoxNtt.com di Borong, belum lama ini.

“Kami berkomitmen, infrastrukur jalan di Matim harus mendapatkan perhatian serius dan menjadi prioritas pembangunan Matim ke depan. Masyarakat Matim harus keluar dari keterisolasian,” tegas Frans.

Dia menambahkan, dirinya sudah menelusuri Matim dari pelosok ke pelosok.

Frans mengaku sudah merasakan sendiri bagaimana pahitnya perjuangan masyarakat di wilayah-wilayah tertinggal.

“Di berbagai wilayah di Matim, masyarakat membutuhkan jalan yang baik. Mereka rindu penerangan juga kebutuhan dasar lainnya,” katanya.

Pihak Frans sendiri tidak hanya membenahi infrastruktur jalan, namun tetap memperhatikan kebutuhan-kebutuhan dasar lain dari masyarakat Matim.

Itu Seperti ; air minum bersih, listrik masuk desa dan juga fasilitas pendidikan dan kesehatan.

“Masyarakat kita masih banyak yang belum menikmati itu. Kita punya komitmen untuk perluas jaringan air minum bersih dan listrik,” kata Frans Sarong.

 

Penulis: Nansianus Taris

Manggarai Timur
Previous ArticleMerpati: Potensi Pariwisata Pantai di Desa Nanga Rawa Perlu Dikembangkan
Next Article MNPK: Kebanggaan Pemkab Matim di Bidang Pendidikan Tidak Masuk Akal Sehat

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.