Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Curahan Hati Kaum Difabel Ende Pada Tahun Politik
NTT NEWS

Curahan Hati Kaum Difabel Ende Pada Tahun Politik

By Redaksi15 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi kaum difabel
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Perwakilan kaum disabilitas pun angkat bicara soal situasi politik di Kabupaten Ende dan NTT. Mereka bahkan menaruh harapan agar pilkada serentak kali ini dapat berjalan dengan aman dan damai.

Koordinator Kelompok Difabel Ende, Kristina Pero mengatakan, kaum difabel juga turut serta menyukses pesta demokrasi kali ini.

Ia berharap agar pilkada kali ini berjalan secara aman, damai, sportif dan penuh persaudaraan.

“Kami dari Karitas dan kelompok difabel berharap pesta demokrasi di Ende dapat berjalan secara damai dan penuh persaudaraan. Hindari isu-isu yang memecah bela,”katanya usai acara ikrar kampanye damai di Mapolres Ende, Kamis (15/02/2018).

Dalam acara itu, kelompok difabel Ende juga turut serta memberi pesan moral untuk menjaga kampanye yang damai. Pesan “damai di hati, damai untuk semua” juga ditulis Kristina di baliho yang disiapkan KPU.

Pesan itu, menurut Kristina, sebagai slogan kepada masyarakat untuk tetap diingat dan dijalankan.

Pada sisi lain, Kristina berharap agar Bupati ataupun Gubernur terpilih dapat memperhatikan kaum difabel. Ia juga menegaskan agar tindakan diskriminasi serta stigma negatif terhadap kaum difabel dihapuskan.

“Kami sangat membutuhkan kepedulian dan keadilan. Jangan hanya memberi pikiran yang negatif terhadap kami. Jadi, tolong dihapuskan itu,”ujar dia.

“Yah, harapan kami agar bisa memperhatikan kami. Itu saja,”katanya lagi.

Ia mengatakan, porsi keadilan terhadap kaum difabel di Ende maupun NTT memprihatinkan. Misalnya, keterlibatan dalam kegiatan sosial atau kegiatan kepemerintahan yang dianggap masih mementingkan kelompok atau golongan tertentu.

Ia mengharapkan agar tindakan semacam itu ditiadakan. “Sudah sangat cukuplah. Kita juga butuh keadilan,”ujar dia.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleSosok Marselis Sarimin di Mata Sahabatnya
Next Article Politik Uang dan Politisasi Sara Merusak Demokrasi

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.