Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Rumah Potong Hewan di Flotim Mubazir
NTT NEWS

Rumah Potong Hewan di Flotim Mubazir

By Redaksi17 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi bangunan RPH tampak dari luar (Foto: Sutomo Hurint)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Larantuka, Vox NTT-Rumah Potong Hewan (RPH) yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Fores Timur di desa Lamawalang, Kecamatan Larantuka, mubazir.

Tim Voxntt.com, Senin (16/04/2018) siang, saat memantau lokasi RPH tersebut kesulitan memasuki bangunan karena halamannya dipenuhi rerumputan liar.

Tampak bangunan dari bagian dalam (Foto: S. Hurint)

Polus Dasilva, warga desa Lamawalang yang dijumpai VoxNtt.com, Senin (16/04/2018) mengatakan sudah lama bangunan RPH tidak digunakan. Dikatakan Polus seturut pengamatannya, RPH sejak selesai dibangun baru sekali digunakan untuk uji coba.

“Bangunan ini didirikan sudah lama pa. Saya kurang tau pasti, tahun berapa bangunan ini selesai dibangun. Sejak dibangun hingga saat ini belum digunakan. Pernah sekali dilakukan uji coba, tapi tidak tau, kenapa tidak digunakan”, ungkap Polu Dasilva salah satu warga Lamawalang yang memiliki lahan berbatasan langsung dengan tempat RPH tersebut.

Sementara kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Flores Timur, Anton Sogen yang ditemui oleh VoxNtt.com Senin, (16/04/2018) siang, di ruang kerjanya mengakui RPH yang berada di Pasar Oka, Desa Lamawalang itu memang sudah lama tidak dimanfaatkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Flores Timur, Anton Sogen

Kesulitan air dan ruangan RPH yang terlalu sempit adalah faktor penyebab RPH yang dibangun sejak 11 tahun silam itu mubazir.

“Bangunan RPH tersebut dibangun sejak tahun 2007. Memang benar bangunan RPH itu sudah lama tidak dimanfaatkan. Faktor utama penyebab RPH tidak dimanfaatkan karena minimnya ketersediaan air dan ruang RPH yang terlalu sempit”, jelas Anton.

Saat dimintai keterangan terkait sumber dan total anggaran yang digunakan untuk membangun RPH tersebut, Anton Sogen belum dapat mengungkapkannya. Dia berdalih Kepala Bidang (Kabid)Peternakan dan Kesejahteraan Hewan sedang cuti.

Pantau VoxNtt.com, pada bagian utara lokasi RPH didirikan dua bangunan pendukung, yakni sebuah bangunan tempat ikat hewan dan tempat penampungan air yang kini diselimuti rumput liar. Pintu bangunan RPH pun sudah hancur karena dimakan rayap.

Penulis; Sutomo Hurint

Editor: Irvan K

Flores Timur
Previous ArticleIni Pesan Warga Paupire Kepada Paket Marsel-Djafar
Next Article Tiga Anggota DPRD TTS Diproses BK

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.