Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Gaji Guru Swasta di Nagekeo Melorot dari Standar UMP
NTT NEWS

Gaji Guru Swasta di Nagekeo Melorot dari Standar UMP

By Redaksi2 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Guru honor SMAN 1 Aesesa, Margaretha Dadin (Foto: Arkadius Togo/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Gaji guru swasta atau non- PNS di Kabupaten Nagekeo melorot dari standar upah minimum  provinsi (UMP) NTT.

Para guru honorer di setiap sekolah di kabupaten itu hanya diberi gaji Rp 700.000 hingga Rp 1.000.000 per-bulannya. Padahal, UMP NTT tahun 2018 sudah mencapai Rp 1.660.000 per-bulan.

“Kesejahteraan guru honor di sekolah Negeri yang ada di Nagekeo belum dikatakan sejahtera. Gaji kami jauh dari standar UMP, ” ujar Margaretha Dadin, guru honor di SMAN  1 Aesesa saat ditemui wartawan di sekolahnya, Rabu (02/05/2018).

Padahal menurut Margaretha, salah satu keberhasilan di bidang pendidikan adalah kesejahteraan para guru terjamin. Jika kesejahteraan guru belum terjamin, maka bisa berdampak pada output pendidikan.

Dia menegaskan, kesejahteraan guru honorer di Kabupaten Nagekeo seakan tidak menjadi perhatian serius pemerintah.

“Kami merasa terabaikan. khususnya di Nagekeo selama beberapa tahun kami telah memperjuangkan memperoleh SK bupati. Karena SK kita bisa urus sebagai dokumen ke pusat. Namun sampai saat ini tidak ada realisasinya,” ucap Margaretha.

Margaretha dan rekan guru honorer yang lain selama mengabdi di SMAN 1 Aesesa hanya berharap upah dari uang komite yakni sebesar Rp 1.000.000 per-bulannya.

Padahal, sebagian besar guru honorer di sekolah tersebut sudah mengabdi kurang lebih delapan tahun.

“Harapan kami di Hari Pendidikan Nasional ini agar pemerintah bisa memperhatikan kesejahteraan guru honor yang belum ada SK bupati,” kata Margaretha, berharap.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleReal Madrid Akhirnya Lolos ke Partai Final Liga Champions
Next Article Mustari, BKH dan Asa Di Balik Secangkir Moke

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.