Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Empat Pelaku Pencurian Ternak di Aesesa Sudah Dibawa ke Polres Ngada
NTT NEWS

Empat Pelaku Pencurian Ternak di Aesesa Sudah Dibawa ke Polres Ngada

By Redaksi14 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pelaku pencurian ternak, Bene Goa ditahan di Polsek Aesesa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Polsek Aesesa sudah membawa empat tersangka kasus pencurian ternak di Kecamatan Aesesa ke Polres Ngada.

Selain empat terduga pelaku pencurian ternak, seorang dukun berinisial HD yang mencabuli beberapa wanita juga sudah dibawa ke Polres Ngada.

Untuk diketahui, keempat terduga pelaku pencurian ternak di Kecamatan Aesesa dan sekitarnya yang sudah diamankan Polisi antara lain; Andreas Lunger Demo alias Andy asal Kabupaten Sikka, Anselmus Wega alias Ansel asal Rendu Kecamatan Aesesa Selatan, Stefanus Dumi Lodo alias Stef asal Mataloko tinggal di Soa, Benediktus Goa asal Danga-Pau do.

Baca: Empat Pelaku Pencurian Ternak di Aesesa Tertangkap, Satu Masih Buronan Polisi

“Dan satu orang tersangka dukun cabul berinisial HD kita bawa ke Polres Ngada pada Minggu (13/05/2018),” ujar Kanitres Polsek Aesesa Ipda Stefanus Kodo yang ditemui VoxNtt.com di halaman Polsek Aesesa, Senin (14/05/2018).

Baca: Seorang Dukun di Nagekeo yang Setubui Empat Wanita Diancam Pasal Berlapis

Ipda Stef mengatakan kelima tersangka itu sudah dibawa ke Polres Ngada Minggu sore.

Mereka dibawa ke Polres Ngada agar lebih aman. Apalagi ruang tahanan di Polres Ngada lebih nyaman ketimbang di Polsek Aesesa.

“Kita hanya pergeseran tersangka ke tempat yang lebih layak. Namun penyidik tetap dilakukan oleh Reskrim Polsek Aesesa,” ujar Ipda Stefanus.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticlePerdana di Flotim, Pemda Gelar Festival Budaya Rakyat
Next Article PSI Matim Kutuk Tindakan Pengeboman Gereja di Surabaya

Related Posts

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026
Terkini

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.