Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Eltari Maumere Bakal Ditata Mirip Malioboro Yogyakarta
Regional NTT

Eltari Maumere Bakal Ditata Mirip Malioboro Yogyakarta

By Redaksi31 Juli 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jln Eltari Maumere (Foto: Engky ola)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mumere, Vox NTT– Kawasan di sepanjang Jalan Eltari Maumere akan ditata jadi area mirip Malioboro Yogyakarta.

Demikian jawaban dari Robby Idong terkait perhatiannya terhadap anak-anak muda dan pegiat komunitas seni yang ada di kota Maumere dan yang tersebar hampir di seluruh wilayah kabupaten Sikka.

“Kita akan menyediakan ruang yang siap ditata khusus bagi anak-anak muda dan semua pegiat seni untuk berekspresi. Nanti juga ada akses internet gratis. Area ini akan diatur agar tidak jadi area yang pemanfaatanya tidak sesuai,” ungkap bupati terpilih kabupaten Sikka ini.

Qikan dari Komunitas KAHE dan inisiator Komunitas Huruf Kecil mengaku sangat setuju konsep itu.

“Saya secara pribadi setuju sekali,” pungkasnya.

Alasan yang mendasar menurut Qikan adalah pertama, kaum muda butuh tempat bermain, berkembang dan berkreasi khususnya dalam hal seni.

Di Maumere ada area pusat jajanan dan cindera mata Pasar Bongkar tetapi belum mengakomodir kebutuhan pengunjung juga harga barang yang membuat orang merogoh kocek besar.

“Jadi kalau Eltari ditata jadi mirip Malioboro maka saya dukung sekali. Intinya tidak perlu setiap hari juga baik untuk pameran seni rupa, kelompok penyanyi jalanan para pelukis, pematung, fotografer dan pelaku seni lainnya yang penting ada ruang untuk berekspresi” ungkapnya bangga.

Kedua, lanjut Qikan, area ini pada akhirnya tidak hanya mejadi tempat unjuk kebolehan tetapi juga bisa jadi obyek wisata yang patut diperhitungkan mengingat tidak sedikit seniman dari kabupaten Sikka ini yang berkualitas. Jadi akan sangat bagus kalau selanjutnya jadi festival tahunan.

Ketiga, menurut Qikan sudah saatnya kawasan sepanjang Eltari dimaksimalkan jadi kawasan seni, daripada selama ini jadi tempat mangkal pasangan mesum dan arena balap liar.

“Intinya saya dukunglah,” kata Qikan.

Penulis: Engky Ola

Sikka
Previous ArticleVideo: Orasi Direktur IRSGC di Hari Anti Human Trafficking
Next Article Komunitas Pemuda Doreng Giat Bantu Kaum Papa

Related Posts

Hujan Lebat Picu Jalan Nasional Ruteng–Reo Retak dan Nyaris Putus

8 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
Terkini

Hujan Lebat Picu Jalan Nasional Ruteng–Reo Retak dan Nyaris Putus

8 Maret 2026

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.