Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Rumah Sakit Tanpa Kelas Akan Dibangun di Sikka
Regional NTT

Rumah Sakit Tanpa Kelas Akan Dibangun di Sikka

By Redaksi8 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Robi Idong saat menemui pendukungnya di Doreng pada Rabu (1/8/2018) lalu. (Foto: Are/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Doreng bakal menjadi kecamatan yang beruntung. Pasalnya, rumah sakit tanpa kelas akan dibangun di kecamatan yang terletak di selatan Kabupaten Sikka itu.

“Kita akan bangun rumah sakit tanpa kelas di Doreng. Namanya Rumah Sakit Pratama yakni Rumah Sakit Tipe B yang akan melayani Bola, Doreng, Mapitara dan Hewokloang,” ujar Bupati terpilih Sikka, Robi Idong pada Rabu (01/08/2018) lalu di Edat, Doreng, Kabupaten Sikka.

Robi  mengaku telah berkunjung ke Kulonprogo dan melihat langsung pelayanan rumah sakit tanpa kelas di sana.

“Di sana pasien BPJS kelas III tetap dapat pelayanan yang mewah sama seperti yang lain,” ungkap Robi.

Dia menambahkan, pembangunan rumah sakit tanpa kelas akan diikuti dengan pembangunan pasar, terminal dan sekolah unggulan.

Tujuannya untuk menciptakan pusat ekonomi baru di wilayah selatan. Dia menyebutnya dengan istilah agropolitan atau kota kecil berbasis produksi pertanian.

Rumah sakit tanpa kelas dan penciptaan agropolitan merupakan janji kampanye Robi Idong dan wakilnya, Romanus Woga (Paket ROMA).

Robi menghimbau masyarakat setempat agar bersedia menjual lahannya dengan harga wajar demi kepentingan pembangunan.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Doreng, Ignasius Uma Iri, mengajak segenap rakyat Kecamatan Doreng agar tidak tinggal diam.

Menurutnya memilih ROMA saja tidak cukup. Rakyat harus aktif dalam pembangunan di desa mulai dari perencanaan sampai dengan pengawasan.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Irvan K

Sikka
Previous ArticleProyek Distan di Nggalak Diduga Bermasalah
Next Article Pelaksanaan RAD HAM Mesti Dikontrol Masyarakat

Related Posts

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026
Terkini

Jika Kopi Manggarai Bisa Bicara di Meja Hotel Labuan Bajo

10 Agustus 2026

Pendirian Universitas Republik Indonesia- Kemasan Simbol Kekuasaan

10 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026

PSSI Cup II Manggarai Barat Diikuti 27 Klub, Hadiah Total Rp120 Juta

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.