Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Krisis Air, Bak Hanya Pajangan
Regional NTT

Warga Krisis Air, Bak Hanya Pajangan

By Redaksi24 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bak air minum di Lontoulu, desa Compang Laho yang tidak dialiri air (Foto: Nansianus Taris/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Proyek air minum milik Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur (Matim) di Ranaka, Desa Compang Laho, Kecamatan Poco Ranaka terkesan mubazir.

Proyek air minum yang dikerjakan tahun 2018 ini sudah tidak dialiri air lagi.

Padahal bak penampung air yang berada di lokasi Lontoulu berukuran 5 × 6 meter. Tampak bak itu tidak terisi air. Baknya kering dan terlihat hanya pajangan.

Terlihat pula, beberapa kran air yang digunakan warga mubazir. Tidak ada setetes pun aliran air dari keran.

Akibatnya, warga setempat pun harus menimba air kali sejauh 5 kilometer dari rumah mereka.

“Awalnya saja air ini jalan. Setelah itu, macet terus. Bahkan sampai hari ini, airnya kosong. Di bak penampung yang besar sama sekali tidak ada. Sekarang kami harus cari air untuk mandi, minum, dan untuk kebutuhan rumah tangga lainnya,” ujar Flori salah satu warga setempat saat ditemui VoxNtt.com, Jumat pagi (24/08/2018).

Kran yang mubazir tanpa air (Foto : Nansianus Taris/Vox NTT)

Dia menambahkan, proyek air minum itu baru dikerjakan tahun 2018 ini. Namun, proyeknya sekarang seperti tidak bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Kata dia, proyek itu adalah milik Pemkab Matim. Sebab itu, pemerintah juga harus mengawasi kondisi proyek di lapangan.

“Kalau dibiarkan seperti ini kan tidak ada manfaatnya bagi masyarakat. Proyek air minum ini kan dibuat untuk masyarakat. Apalagi di sini, selain ada warga, ada juga sekolah dan puskesmas yang butuh air ini. Kasian kalau dibiarkan mubazir,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini dirilis Dinas PUPR Matim belum berhasil dikonfirmasi.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleDua Bacaleg di TTU Ajukan Pengunduran Diri
Next Article Sadis! ODGJ di Flotim Tewas Dipukul Ipar Sendiri

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.