Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Agar Jadi Pemimpin Tangguh, PMKRI Ruteng Gelar LKK
MAHASISWA

Agar Jadi Pemimpin Tangguh, PMKRI Ruteng Gelar LKK

By Redaksi28 Agustus 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dewan Pimpinan Cabang PMKRI Cabang Ruteng periode 2017/2018 (Foto: Dok. PMKRI Ruteng)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng Santu Agustinus menggelar kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) di Hotel Golden, Peot Borong, Kabupaten Manggarai Timur sejak 27 -02 September 2018.

Kegiatan diikuti oleh 4 Cabang PMKRI yakni, PMKRI Ende, Ngada, Palopo dan Jakarta Pusat. LKK itu mengusung tema “Kepemimpinan Transformatif”.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng, Servasius Sarti Jemorang mengatakan, organisasi itu terus menjadi tempat produksi pemimpin yang tangguh.

Cita-cita mewujudkan keadilan sosial, kemanusiaan dan persaudaraan sejati, kata dia, tak pernah selesai diperjuangkan.

Sebab, dari zaman ke zaman, dari generasi ke generasi PMKRI menjadi perhimpunan yang sangat penting dan diperlukan dalam kehidupan sosial.

“Kehidupan sosial masyarakat yang belum merdeka dari berbagai soal, memaksa PMKRI untuk terus melahirkan pemimpin-pemimpin baru. Karena itu diperlukan latihan kepemimpinan,” kata Servasius kepada VoxNtt.com, Selasa sore (28/08/2018).

Servasius menyatakan, salah satu proses yang perlu dilalui oleh semua kader PMKRI adalah latihan kepemimpinan.

“Mengapa perlu dilatih? Karena pemimpin tidak dilahirkan, melainkan dilatih. Dilatih untuk melahirkan pemimpin yang mampu menjadi garam dan terang bagi dunia. Pemimpin yang mengabdi dengan jiwa dan semangat kekatolikkan,” ujarnya

LKK, kata dia, salah satu kurikulum pendidikan dan pembinaan formal berjenjang dalam PMKRI. Itu hanya diikuti oleh kader yang telah mengikuti pendidikan formal Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) dan Masa Bimbingan (MABIM).

“Keduanya adalah tahap pengenalan dan internalisasi nilai-nilai PMKRI. Maka di tingkat latihan kepemimpinan, PMKRI bertujuan membina kader ke arah pemahaman radiks tentang nilai-nilai PMKRI dan melatih kader untuk menjadi pemimpin yang diidealkan sesuai konteks zaman,” jelasnya

Kepemimpinan transformatif, lanjut Servasius, menjadi pemimpin tidak sekadar asal-asalan. Perubahan sosial, kata dia, akan terjadi tentu dimulai dari pemimpin.

“Tidak bisa tidak. Oleh karena itu, untuk melahirkan perubahan sosial, diperlukan pemimpin yang sanggup melakukan perubahan-perubahan sosial. Pemimpin yang sanggup menyelamatkan kehidupan masyarakat tertindas. Untuk itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki karakter transformatif,” katanya.

Servasius melanjutkan, tema yang diangkat berangkat dari refleksi panjang dan mendalam tentang pemimpin-pemimpin bangsa yang masih belum sanggup menyelamatkan Indonesia dari cengkeraman persoalan sosial.

“Justru banyak lagi pemimpin yang mengabdi tidak untuk mentransformasi tetapi malah membawa bangsa ini pada kemunduran,” tandasnya.

Kata Servasius, LKK kali ini diterjemahkan ke dalam berbagai proses. Proses pembekalan materi dan strategi gerakan sosial yang diikuti oleh peserta dan langsung dengan simulasi menjadi pemimpin untuk mengatasi masalah yang ada di lingkungan sekitar tempat kegiatan.

“Salah satu persoalan akut di Manggarai Timur adalah kemiskinan. Tentang kemiskinan itu, diperlukan kajian ilmiah dan analisis untuk melahirkan rekomendasi solusi yang tepat,” tutupnya.

 

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai Kota Kupang
Previous ArticleGolkar Manggarai: Berkas Klarifikasi Adrianus Nompidura Sudah Lengkap
Next Article Wisatawan Jatuh dan Meninggal Saat Hendak Berpose di Pinggir Bukit

Related Posts

Dua Rumah di Reok Barat Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

2 Agustus 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026
Terkini

Jika Kopi Manggarai Bisa Bicara di Meja Hotel Labuan Bajo

10 Agustus 2026

Pendirian Universitas Republik Indonesia- Kemasan Simbol Kekuasaan

10 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026

PSSI Cup II Manggarai Barat Diikuti 27 Klub, Hadiah Total Rp120 Juta

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.