Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Dalam 7 Bulan, 849 Warga TTU Menderita Diare
HEADLINE

Dalam 7 Bulan, 849 Warga TTU Menderita Diare

By Redaksi31 Agustus 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi diare (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Dinas kesehatan kabupaten TTU mencatat dalam 7 bulan terakhir sudah 849 warga yang menderita penyakit diare.

Pada bulan Januari tercatat 335 orang, Februari 208 orang, Maret 144 orang dan April 91 orang. Sementara bulan Mei sebanyak 89 orang ,Juni 101 orang dan Juli 162 orang.

“Penderita kebanyakan bayi dan balita dari  26 puskesmas yang ada di TTU tapi bersyukur karena memang sampai sekarang tidak ada korban jiwa,” jelas kepala bidang kesehatan masyarakat pada dinas kesehatan kabupaten TTU, Robertus Tjeunfin di ruang kerjanya, Jumat (31/08/2018).

Ia menjelaskan, gejala awal seseorang terserang diare ditandai dengan buang air besar (BAB) yang lebih dari 3 kali sehari.

Selain disebabkan oleh virus, lanjutnya, peningkatan jumlah penderita penyakit diare juga terjadi karena pola hidup yang tidak sehat serta kurangnya ketersediaan air bersih di masyarakat terutama di saat musim kemarau .

“Apalagi kita di sini kalau musim kemarau seperti sekarang ini air bersih sangat kurang. Ini salah satu yang menyebabkan masyarakat rentan sekali terkena penyakit diare” jelasnya.

Ia menambahkan, penderita diare biasanya mengalami kekurangan cairan/dehidrasi. Untuk penanganan awal bagi penderita diare dilakukan dengan memberi cairan pengganti berupa larutan gula garam ataupun oralit.

“Setelah itu baru dibawa ke dokter atau puskesmas. Jangan tunggu sudah parah dulu baru ditangani” ujarnya.

Lebih jauh ia menambahkan, saat ini sudah ada beberapa langkah cepat yang diambil pihaknya sebagai bentuk  penangganan terhadp penderita diare. Diantaranya dengan menginstruksikan kepada semua petugas kesehatan untuk memberi pengobatan serta pengawasan.

“Jika belum ada perubahan langsung dilakukan rujukan” ucapnya.

Sedangkan sebagai bentuk pencegahan, petugas kesehatan sudah melakukan penyuluhan kepada masyarakat berkaitan dengan pola hidup bersih sehat.

“Kuncinya itu menjaga pola hidup bersih sehat dengan mencuci tangan menggunakan sabun usai buang air besar dan sebelum makan serta pola hidup bersih sehat lainnya. Selain itu penderita yang sudah terkena penyakit diare harus langsung diberikan cairan pengganti “ujarnya.

Penulis:Eman Tabean

Editor: Irvan K

TTU
Previous ArticlePenggalian Batu di Nte’er Manggarai Dikeluhkan Pengguna Jalan
Next Article Relasi Kandidasi Caleg dan Kemiskinan NTT

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.