Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kasus Kematian Carolino, Biarawan Kota Kupang Geruduk Polda NTT
Regional NTT

Kasus Kematian Carolino, Biarawan Kota Kupang Geruduk Polda NTT

By Redaksi9 September 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ratusan biarawan dan biarawati saat melakukan long march menuju Markas Polda NTT. Jumat 7 September 2018 (Foto: Tarsi Salmon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Ratusan Biarawan dan Biarawati Katolik di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tergabung dalam Forum Peduli Kemanusiaan menggelar aksi demonstrasi di Markas Polda NTT, Jumat siang (07/09/2018), sekitar pukul 14:00 Wita.

Mereka ialah alumnus Fakultas Filsafat Unika Kupang, Sahabat Karmel OCD Indonesia, Orang Muda Katolik, Keluarga Eks OCD Indonesia, Persatuan Mahasiswa Ngada dan Nagekeo, Ikatan Religius Keuskupan Agung Kupang (IRKAK), dan Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kabupaten Kupang dan Masyarakat Peduli Kebenaran.

Kedatangan forum ini menuntut polisi agar mengungkapkan pelaku pembunuhan Carolino Agustino Sowo alias Charli Sowo yang ditemukan tewas mengenaskan di Pantai Oesapa pada 24 Juli 2018 lalu.

Ia adalah mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

Pantauan VoxNtt.com, ratusan biarawan dan biarawati itu mulai berkumpul di Jalan Eltari depan Kantor Gubernur NTT dan melakukan long march menuju Mapolda NTT dengan balutan jubah putih dan cokelat yang berasal dari Biarawan Karmel (OCD) dan OCDS Indonesia.

Saat tiba di Polda NTT, forum ini diterima oleh Kapores Kupang Kota AKBP Anton Cn Nugroho di ruangan intel Polda NTT.

Koordinator aksi, Pastor Arkadeus Jabur mengatakan, aksi damai itu muncul dari keprihatinan hati nurani yang mendalam akan betapa pentingnya nilai kehidupan.

“Kehidupan itu sangat penting dan tidak seorang pun yang bisa mengambil hak hidup seseorang selain Tuhan sendiri. Maka itu, kepergian saudara kita Carli Sowo ini menjadi perhatian kami khusus, karena kami tahu saudara ini sungguh-sungguh tidak melakukan hal-hal yang di dalam isu tadi. Isu tenggelam tidak, isu bunuh diri tidak. Jadi tidaklah demikian. Proses sedang berjalan, perlu dicatat sedang berjalan,”kata Pater Arkadeus kepada wartawan usai bertemu dengan pihak Kepolisan di halaman Polda NTT, Jumat sore

Menjadi imam, kata dia, ada tiga hal yang harus diselidiki, diteliti, dibina setiap hari.

“Ketiga itu balance kekudusan bagaimana, kesehatan, kepandaian semua itu diteliti,”ungkap Pastor Arkadeus.

Dia mengatakan, pihak biarawan tidak terima jika kematian Almarhum Carli Sowo karena tenggelam atau bunuh diri.

“Kami tidak sangat setuju bahwa saudara Carli Sowo meninggal karena tenggelam atau bunuh diri. Mengapa? Dia ini calon imam dididik secara ilmu teologi, ilmu filsafat, secara dalam dibina dan lain sebagainya dan detik-detik terakhir dia menghilang dia masih merayakan ekaristi dan kegiatan lain sebagai imam yang baik. Maka saya secara pribadi bersama para pastor juga tidaklah masuk akal jika dia meninggal karena bunuh diri atau tenggelam,”tegas Pastor Arkadeus.

Sementara Kapolres Kupang Kota, AKBP Anton Cn Nugroho kepada awak media mengatakan, tuntutan yang dilakukan para biarawan itu adalah sesuatu yang wajar .

“Semua orang yang ketika ditinggal orang yang dikasihi dengan cara yang sakit pun pasti akan berat. Karena kita berbicara manusia apalagi berbicara iman itu semua kehendak Tuhan,”Kata Kapolres Anton

Hingga saat ini, kata Anton, proses penyelidikan dan penyidikan terus berjalan dan akan mengusut kasus itu secara profesional dan transparan.

“Saat ini sudah 12 saksi yang kami periksa, kita tunggu saja hasilnya, yang pasti kita bekerja secara professional,” ungkap Kapolres Anton.

 

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang
Previous ArticleSDK Dencang Mabar Rayakan Ulang Tahun ke- 62
Next Article Faperta Undana Gelar Festival Tanaman Hias dan Buah

Related Posts

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.