Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Korps PMII Kupang Gelar Seminar Kebangsaan
MAHASISWA

Korps PMII Kupang Gelar Seminar Kebangsaan

By Redaksi15 September 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengurus PMII Kupang, peserta seminar dan narasumber saat pose bersama (Foto: Dok. PMII Kupang)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Pengurus Cabang Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Cabang Kupang menggelar seminar kebangsaan di Aula DPD RI NTT, Sabtu (15/09/2018).

Seminar itu berlangsung di bawah tema ” Peran Perempuan di Bidang Politik dan Ekonomi Dalam Mendongkrak Pembangunan Regional NTT “

Turut hadir tiga orang pemateri yakni, Dosen Fisipol Undana Kupang Yaherlof Foeh, Anggota DPRD NTT Aleta Kornelia Baun, dan Kepala Kesbangpol Provinsi NTT Sisilia Sona.

Kepala Kesbangpol Provinsi NTT, Sisilia Sona dalam pemaparan materinya mengatakan, sesungguhnya bangsa ini membutuhkan perempuan-perempuan hebat dan terampil.

Pada hakikatnya kata dia, perempuan adalah makhluk Tuhan yang hebat. Sebab perempuan dijadikan sebagai ibu rumah tangga dan pemimpin di bangsa ini.

“Oleh karena itu bukan suatu alasan dalam perjuangan karena kita dilahirkan sebagai kaum perempuan, tapi sesungguhnya keseimbangan antar laki-laki dan perempuanlah, sehingga bangsa ini bisa berjalan sehat dan tidak pincang,” kata Sisilia.

Anggota DPRD NTT, Aleta Kornelia Baun menjelaskan, peran perempuan di bidang politik dan ekonomi harus betul-betul dioptimalkan. Hal itu agar ide dan gagasan perempuan dapat dirasakan dalam memberikan kontribusi riil demi kemajuan daerah NTT.

Yaherlof Foeh dalam pemaparan materinya mengatakan, perempuan secara eksistensi dan esensi merupakan dua variabel pembanding.

“Mengapa dijadikan dua variabel pembanding karena perempuan dapat mengerjakan dua pekerjaan dalam satu kali beraktivitas,” ujarnya.

Kata dia, perempuan itu bukanlah makhluk lemah, melainkan makhluk kuat. Tapi yang membuat perempuan itu lemah karena keterlibatannya dan proses pengorbitan dalam peran penting di bangsa ini.

“Sehingga harapannya adalah kalian-kalian perempuan yang hadir pada kempatan ini akan berjuag untuk menyuarakan persoalan Kesetaraan gender,” jelasnya.

Ketua KOPRI PMII Cabang Kupang Rukmini Suharti menjelaskan, dengan adanya kegiatan ini diharapka perempuan-perempuan NTT dapat diperhitungkan di segala bidang, baik dalam bidang politik maupun ekonomi.

“Sekilas kita merefleksi bahwa sejarah bangsa ini tidak terlepas dari yang namanya peran perempuan. Begitu juga terkait kemampuan dan kesiapan perempuan-perempuan regional NTT, karena pada dasarnya sudah banyak perempuan-perempuan NTT yang memiliki kemampuan telah menduduki pos-pos strategis di bangsa ini, baik pada level regional, nasional hingga ke tingkat international,” kata Rukmini dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Sabtu malam.

Sementara itu, Ketua Umum PMII Kupang Hasnu Ibrahim dalam sambutannya menyampaikan proficiat kepada KOPRI PMII Kupang yang telah mengadakan seminar kebangsaan dengan menghadirkan tiga narasumber.

Ketiga narasumber, kata dia, sebagai representasi dari perempuan NTT dan menghadirkan bidang pemberdayaan perempuan baik dari organisasi nasional, organisasi mahasiswa da kedaerahan.

“Tentu kegiatan seminar yang dilakukan oleh KOPRI PMII Kupang bukan cuman sekedar dijadikan sebagai hajatan seremonial belaka, melainkan harus ada goal konstruktif dari apa yang menjadi hasil diskusi sore hari ini,” katanya.

“Sehingga eksistensi perempuan harus berbanding lurus dengan esensinya, karena apa ruang akselarasi perempuan harus betul-betul dimaksimalkan dalam berbagai aspek kehidupan seperti halnya bidang ekonomi dan politik yang akan didiskusikan pada sore hari ini,” sambung Hasnu.

Menurutnya, dinamika yang berkembang di tengah masyarakat, perempuan hanya cuman dijadikan alat pencapaian persyaratan parpol tertentu.

“Karena jelas bahwa perempuan-perempuan yang diorbit dalam parpol misalnya mereka yang tidak mengerti dan belajar di dunia aktivis,” ujarnya

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang
Previous ArticleSMK Elanus Ruteng Terapkan Manajemen Berbasis Lapangan Kerja
Next Article Gagal di Pilgub, Marianus Sae Lolos 8 Tahun Penjara

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

BEM FISIP Undana Gelar Pengabdian di Desa Tanah Merah, Angkat Pendidikan Politik hingga Kewirausahaan

1 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.