Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tahun 2017, Yoga Kembali Ciptakan Disparitas Pembangunan di Matim
NTT NEWS

Tahun 2017, Yoga Kembali Ciptakan Disparitas Pembangunan di Matim

By Redaksi20 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Leonardus Santosa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Tahun anggaran 2017, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur di bawah kepemimpinan Bupati Yoseph Tote dan Wakil Bupati Agas Andreas kembali menciptakan disparitas atau kesenjangan pembangunan.

Baca Juga: Anggota DPRD Matim Sebut Terjadi Disparitas Pembangunan di Matim

Data yang diperoleh VoxNtt.com dari hasil kerja panitia khusus (Pansus) DPRD tentang laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati akhir tahun anggaran 2017, ditemukan belanja kontrusksi sebanyak 370 paket dengan sebaran:

Pertama, Lamba Leda, 23 paket dengan total pagu Rp 5.833.880.000.

Kedua, Poco Ranaka, 37 paket dengan total pagu Rp 9.178.239.239.300.

Ketiga, Poco Ranaka Timur, 27 paket dengan total pagu Rp 5.635.550.000.

Keempat, Sambi Rampas, 43 paket dengan pagu Rp 22.856.994.100.

Kelima, Elar, 13 paket, total pagu Rp 3.029.910. 000

Keenam, Elar Selatan, 39 paket, total pagu Rp 8.740.855.786.

Ketujuh, Rana Mese, 26 paket, total pagu Rp 14.643.133.650.

Kedelapan, Kota Komba, 68 paket, total pagu Rp 19.293.268.300

Kesembilan, Borong, 87 paket, total pagu 74.602.130.171.

Data tersebut belum termasuk pengadaan barang (258 paket), jasa konsultasi (246 paket) dan pekerjaan swakelola (105 paket).

Data itu pula belum dihitung dengan realisasi anggaran dan usulan pemotongan DAK yang dilakukan pemerintah daerah.

“Dari data itu, dari sisi perencanaan anggaran sudah menunjukkan sebagai wujud disparitas pembangunan antara wilayah di Matim,” tegas Leonardus Santosa, Ketua Pansus Bupati akhir tahun anggaran 2017.

Dia menambahkan, data tersebut menunjukkan bahwa alokasi anggaran belum mengarah untuk membuka daerah isolasi, terpencil, dan terbelakang di Kabupaten Manggarai Timur.

Menurut Leo, untuk pagu anggaran yang besar yakni di Kecamatan Borong sebenarnya tidaklah soal. Karena, merujuk pada RPJMD Matim.

Untuk RKT tahun 2017, kata dia, rencana pembangunan kawasan perkotaan Borong, sebagai ibu kota Kabupaten Matim didominasi untuk infrastruktur kota Borong dan pembangunan lainnya di Kantor Pemerintahan Lehong.

 

Penulis: Nansianus Taris

Manggarai Timur
Previous ArticleGaji 21 Guru THL di Matim Tetap Dibayar
Next Article PDIP NTT Targetkan Kemenangan 85 Persen untuk Jokowi

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

Jika Kopi Manggarai Bisa Bicara di Meja Hotel Labuan Bajo

10 Agustus 2026

Pendirian Universitas Republik Indonesia- Kemasan Simbol Kekuasaan

10 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026

PSSI Cup II Manggarai Barat Diikuti 27 Klub, Hadiah Total Rp120 Juta

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.