Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Puluhan Hewan di Nagerawe Nagekeo Mati
Regional NTT

Puluhan Hewan di Nagerawe Nagekeo Mati

By Redaksi1 Oktober 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ikustrasi. (Foto: validnews.id)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Kemarau panjang yang melanda sebagian  wilayah di kabupaten Nagekeo kian meresahkan warga.

Bagaimana tidak, kondisi itu menyebabkan hutan padang, kali-kali yang menjadi sumber air kian mengering.

Akibatnya, sapi dan kerbau milik warga banyak yang mati karena kehabisan makanan dan minuman seperti yang dialami masyarakat di Desa Nagerawe, Kecamatan Boawae.

Padang Maladalo yang selama ini menjadi andalan peternak di wilayah itu pun ikut mulai mengering.

Kepada voxntt.com pada Jumat (28/09/2018), kepala desa (Kades) Nagerawe, Yeremias Kisa mengatakan, satu bulan terakhir sudah 20an ekor sapi dan kerbau milik warganya mati.

Diakuinya, ternak menjadi salah satu tumpuan ekonomi warganya. Namun, dengan adanya peristiwa itu mereka hanya bisa berpasrah.

Atas nama masyarakat, dirinya meminta kepada pemerintah baik di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Pusat untuk membangunkan embung di kawasan Padang Maladalo sebagai kawasan ternak di wilayah Nagerawe.

Hal itu kata dia, untuk mengantisipasi peristiwa yang sama pada tahun-tahun yang akan datang. Embung lanjut dia, menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat setempat.

Jika pemerintah tidak segera membangunkannya, dia yakin kematian ternak akan terus berjatuhan setiap tahun dan akan berdampak pada menurunnya pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sebagaimana Kades Yeremias,  tokoh pemuda Desa setempat, Doni Moni ketika dimintai komentarnya mengaku prihatin dengan kejadian itu.

Doni demikian ia disapa mengatakan, sejak dulu Nagerawe merupakan daerah rawan kekeringan. “Kekringan bukan baru dialami masyarakat setempat pada tahun 2018. Pada tahun-tahun sebelumnya selalu terjadi”, ungkap Doni.

“Air di sepanjang kali menjadi kering. Begitu juga dengan rumput yang menjadi pakan ternak, juga mengering. Untuk mengatasinya, tidak ada cara lain selain harus dibangunkan embung-embung kecil di wilayah itu sebagai upaya mengantisipasi kekurangan air di musim kemarau,” pinta Doni.

Embung kata Doni adalah sesuatu yang sangat mendesak bagi Nagerawe agar ternak-ternak di daerah itu tidak menjadi korban setiap tahun.

Dia pun berharap, pemerintahan Nagekeo yang baru perlu memberikan perhatian lebih di wilayah itu, karena wilayah itu masih sangat lambat dalam berbagai bidang pembangunan.

Penulis: Arton

Editor: Boni J

kemarau Nagekeo Nagerawe
Previous ArticleGempa Palu, Seorang Balita Ditemukan di Pinggir Selokan, Ini Kisahnya
Next Article Dua Desa Di TTU Terancam Tak Dapat Dana Desa 2018

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.