Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Enam Tahun PLTMH Wae Mokel Mubazir, Yoga Dinilai Gagal
Ekbis

Enam Tahun PLTMH Wae Mokel Mubazir, Yoga Dinilai Gagal

By Redaksi15 Oktober 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gedung mesin PLTMH Wae Mokel yang sudah enam tahun mubazir (Dok. Warga)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Sudah enam tahun PLTMH Wae Mokel yang berlokasi di Mukun, Desa Meni, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mubazir.

Pasalnya, PLTMH itu rusak sejak tahun 2012 tanpa ada perhatian dari Pemkab Matim. PLTMH itu milik Pemda Matim dan dibangun tahun 2011 lalu.

Agustinus Parus, warga Desa Golo Meni kepada VoxNtt.com melalui sambungan telepon, Senin sore (15/10/2018), mengatakan pemerintah berkarya untuk rakyat karena digaji oleh uang rakyat.

Namun, banyak pembangunan hasil karya Pemkab Matim termasuk PLTMH Wae Mokel zaman Yoseph Tote dan Agas Andreas (paket Yoga) yang mubazir.

“Salah satunya adalah PLTMH Wae Mokel di Mukun. Sudah hampir 6 tahun pembangkit listrik tenaga mikro hidro atau tenaga air itu mubazir atau tidak bermanfaat. Kalau dipaham dengan baik bahwa ini adalah kerugian Negara. Kasian uang Negara dibuang percuma. Karena itu, sebagai masyarakat, kami menilai pemerintahan Yoga itu sangat gagal,” tegas Agustinus.

Kata dia, bertahun-tahun warga Desa Golo Meni mengeluh kepada Pemkab Matim terkait kerusakan PLMTH Wae Mokel. Tetapi, sama sekali tidak ada respon.

Ia menuturkan, Pemda Matim terkesan apatis dan tidak peka dengan keluhan dan kondisi masyarakat di desa.

Padahal, zaman sekarang listrik menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Namun, pemerintah sangat tidak memahami itu.

“Ya, dalam kondisi ini, wajar kalau masyarakat tidak percaya dengan pemeintah. Dan kita pikir pemerintah sedang mengalami sakit buta dan tuli. Toh nyatanya, keluhan masyarakat sulit ditanggapi,” tutur Agustinus.

“Kami juga bingung, apakah ada atau tidak dana perbaikan untuk PLTMH Wae Mokel,” tambahnya.

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur PLTMH
Previous ArticleTingkatkan Status ke Tipe B, RSUD Atambua Terus Berbenah
Next Article Bawaslu Kabupaten Manggarai Maksimalkan Pengawasan Partisipatif

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Organisasi Sipil Berperan Penting Dukung Investasi Hijau

3 Agustus 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026
Terkini

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026

PSSI Cup II Manggarai Barat Diikuti 27 Klub, Hadiah Total Rp120 Juta

8 Agustus 2026

Cakades Termuda di Pilkades Wewa, Yohanes Dedipati Usung Desa MAJU

8 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.