Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Siswa SMA Iteng Dilatih Mengolah Pangan Lokal
Pendidikan NTT

Siswa SMA Iteng Dilatih Mengolah Pangan Lokal

By Redaksi11 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para siswa SMA Santa Mari Iteng pose bersama saat praktik memasak pangan lokal (Foto: Dok. Arnol Jemadu)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Siswa-siswi kelas X Sekolah Menengah Atas Sta. Maria Iteng, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai dilatih untuk mengolah pangan lokal menjadi makanan siap santap.

Pelatihan ini dilakukan berupa praktik memasak pangan lokal oleh para siswa di sekolah itu, Selasa (11/12/2018).

Setelah praktik memasak, sayur lawar dan berbagai jenis makanan lokal Manggarai lainnya kemudian dihidangkan kepada guru-guru sebagai juri dan penilai.

Ujian praktik memasak makanan lokal merupakan bagian dari proses pembelajaran mata pelajaran Prakarya.

Enny Kebelen, guru mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan SMA Sta. Maria Iteng mengatakan, ujian praktik memasak pangan lokal merupakan proses pembelajaran bagi siswa-siswinya.

Para siswa, kata dia, dilatih memasak dengan menggunakan bahan-bahan lokal.

Menurut Enny, masakan menggunakan bahan-bahan lokal Manggarai bakal menjadikan siswa sebagai pribadi yang kreatif dalam mengelola sumber daya alam yang ada.

Ke depan, lanjut dia, para siswa bisa menjadikan pangan lokal untuk mendapatkan uang.

“Setiap daerah yang pernah kita kunjungi selama ini mempunyai kekhasan tersendiri dalam menyajikan bahan lokal. Bayaran pun sangat mahal. Jika mereka menekuni pengolahan bahan lokal, suatu saat mereka bisa mendapatkan uang dari sajian bahan lokal yang mereka buat,” aku dia.

Selain itu, kata Enny, kegiatan praktik memasak pangan lokal ini mempunyai aspek pembelajaran nilai.

Mereka dilatih untuk bekerja sama dengan teman-teman lainnya untuk menyelesiakan kegiatan memasak. Tersirat ada nilai tanggung jawab di sana.

“Setiap anak ditugaskan membawa bahan-bahan makanan lokal. Hal itupun melatih mereka bertanggung jawab terhadap setiap kepecayaan yang diberikan,” ujar Enny.

Pastor Benyamin Jegaut, Pr, Kepala SMA Sta. Maria Iteng mengapresiasi kegiatan praktik memasak pangan lokal tersebut.

“Ini merupakan kreativitas yang perlu kita beri penghargaan. Mereka sudah menampilkan hal yang terbaik dari apa yang mereka miliki,” kata Pastor Benya.

 

KR: Arnol Jemadu
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleAlarm “Konsensus” Kekerasan Seksual di Kampus
Next Article Proyek Pasar Rakyat Ruteng, Tim Teknik Uniflor Mengaku Pernah Ditawari 100 Juta

Related Posts

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026
Terkini

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.