Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Musim Hujan, Desa Bena Rawan Bencana dan Penyakit
Regional NTT

Musim Hujan, Desa Bena Rawan Bencana dan Penyakit

By Redaksi7 Februari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Kesehatan TTS, dr. Eirene Ate (Dok. Pribadi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE, Vox NTT-Wilayah Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) rawan bencana banjir dan penyakit saat musim hujan.

Gustaf Nabuasa, tokoh muda Desa Bena mengaku, pekan lalu terjadi banjir di desa itu. Akibatnya, rumah dari 27 kepala keluarga (KK) terendam banjir.

Lokasi paling parah akan banjir, sebut dia, yakni di Dusun 04, Kiunalutu, dan Toinunuh.

“Yang kena dampak berat itu ada 16 KK dan yang ringan ada 11 KK. Bukan saja rumah terendam lumpur. Namun jagung milik warga pun hanyut terbawa banjir,” kata Gustaf saat diwawancarai VoxNtt.com, Selasa (05/02/2018).

Gustaf Nabuasa, tokoh muda Desa Bena (Dok. Pribadi)

Oleh karena itu, ia mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten TTS melalui dinas terkait selalu siaga dan menyiapkan langkah antisipatif.

“Yang kita khawatirkan adalah dampak ikutan pasca banjir karena rawan berbagai penyakit. Oleh karena itu, memang Dinas Kesehatan TTS harus bisa turun tangan,” ujar politis PDI Perjuangan ini.

Kepala Dinas Kesehatan TTS, dr. Eirene Ate yang dikonfirmasi VoxNtt.com, Kamis (07/02/2019), mengatakan, pasca bencana pihaknya telah menurunkan petugas ke lokasi bencana di Desa Bena.

Kendati belum turun, namun dr. Eirene mengaku, sejauh ini memang belum ada masyarakat yang terdeteksi diare.

“Paling rawan pasca banjir memang bisa diare. Namun pasca bencana belum ada laporan ada yang mengalami diare. Petugas kesehatan terus melakukan pemantauan,” jelasnya.

 

Penulis: L. Ulan
Editor: Ardy Abba

TTS
Previous ArticleKawal Proposal ke Kementerian, Angelo Disambut Antusias Petani
Next Article Jumlah Penderita DBD Terus Meningkat, Dinkes TTU Lakukan Fogging

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.