Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Sinergi dengan Desa, Cara Bupati Agas ‘Gebuk’ Pembangunan Infrastruktur
HEADLINE

Sinergi dengan Desa, Cara Bupati Agas ‘Gebuk’ Pembangunan Infrastruktur

By Redaksi15 Februari 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Andreas Agas dan Wakil Bupati Stef Jaghur didampingi istri usai pelantikan di Kantor Gubernur NTT, Kota Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas akan fokus membangun infrastruktur di 52 desa yang terkategori sangat tertinggal pada tahun 2019 ini.

Ke-52 desa itu, berada di 8 kecamatan, dengan perincian sebagai berikut: Elar Selatan ada 9 desa, Elar 6 desa, Lamba Leda 8 desa, Kota Komba 6 desa, Rana Mese 10 desa, Borong 2 desa, Poco Ranaka Timur 6 desa, dan Kecamatan Sambi Rampas 5 desa.

Bupati Agas mengakui kabupaten yang dipimpinnya itu memang masih tertinggal dari aspek ekonomi dan infrastruktur.

“Angka kemiskinan kita masih tinggi yakni 27%. Jalan kita masih banyak yang belum diaspal. Kondisi air minum juga tidak bagus. Borong sekarang macet air minum termasuk di rumah bupati dan wakil bupati,” pungkas Ande saat acara syukuran pelantikan Bupati Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur di Ballroom Hotel Milenium, Kota Kupang, Kamis (14/02/2018).

Salah satu ruas jalan di Elar Selatan yang masih buruk

Sementara akses listrik, lanjut Ande, Manggarai Timur secara keseluruhan baru mencapai 30%.

Meski demikian, Bupati Ande menyebut realitas itu sebagai tantangan bagi kepemimpinannya 5 tahun ke depan.

Dia bertekad untuk menyelesaikan ketertingaalan itu dengan dengan mengoptimalkan semua potensi di Manggarai Timur. Dari aspek anggaran, Bupati Ande akan mensinergikan anggaran DAU/DAK kabupaten dengan anggaran dana desa.

Mobil angkutan pedesaan yang macet beberapa waktu lalu di ruas jalan Elar Selatan (Foto: TN)

Program Pemberdayaan Kesejahteran Keluarga (PKK) Kabupaten Manggarai Timur juga akan fokus mengintervensi 52 desa yang dikategorikan sangat tertinggal itu.

Plt. Ketua PKK Matim, Theresia Wisang mengatakan, desa sangat tertinggal yang ditersebar di delapan kecamatan itu akan mendapat alokasi dana sebesar Rp 1 miliar.

Dia mengatakan dana PKK Matim melalui dinas Pemberdayan Masyarakat Desa (PMD) itu akan diintervensi ke desa. Pertama kita fokus ke 52 desa yang sangat tertinggal.

“Kita bangun supaya minimal berubah dari desa sangat tertinggal menuju desa tertinggal atau jadi desa berkembang”ungkap Wisang.

Intervensi 10 Desa Stunting

Selain intervensi untuk desa sangat tertinggal, Pemerintah Matim juga akan mengintervensi 10 desa stunting di kabupaten Matim.

Untuk kecamatan Rana Mese ada sebanak 3 desa stunting, yakni desa Torok Golo, Satar Lenda, dan Rondo Woing.

Kecamatan Kota Komba terdapat di desa Lembur. Kecamatan Poco Ranaka ada di desa Pocong. Kecamatan Lamba Leda tersebar di desa Compang Nderu, Desa Satar Padu, dan desa Golo Mangun. Kecamatan Elar di desa Haju Ngendong dan Kecamatan Elar Selatan ada di desa Nanga Pu’un.

Wisang mengatakan Stunting itu masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Umumnya karena asupan makanan yang tidak sesuai kebutuhan gizi.

Program penurunan stunting ini terintegrasi dalam program nasional yakni gerakan pos gizi yang dilaksanakan di seluruh kecamatan dan desa.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Irvan K

Ande Agas Bupati Matim
Previous ArticleValentine Day: IMPN Kupang Pungut Sampah di Pantai Oesapa.
Next Article Warga Lapor Kades Ngkaer ke Polisi

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.