Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Bawaslu Mencium “Aroma” Politik Uang di TTS
NTT NEWS

Bawaslu Mencium “Aroma” Politik Uang di TTS

By Redaksi8 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengurus partai maupun caleg saat mengikuti Kegiatan Sosialisasi Peraturan Bawaslu Terkait Tahapan Pileg dan Pilpres 2019 di Hotel Timor Megah, Jumat, (08/03/2019). (Foto: L. Ulan)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Berbagai modus dan trik kecurangan meraup suara pada pemilihan umum 2019, khususnya pemilihan legislatif (Pileg) mulai dilakukan beberapa oknum caleg.

Salah satu bentuk kecurangan menurut Ketua Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Timor Tengah Selatan (Bawaslu TTS), Melky Fay adalah money politic atau politik uang.

Melky Fay mengatakan hal ini saat kegiatan Sosialisasi Peraturan Bawaslu Terkait Tahapan Pileg dan Pilpres 2019 di Hotel Timor Megah, Jumat (08/03/2019).

Terkait politik uang yang mulai marak, kata Melky, pihak Bawaslu sementara melalukan identifikasi.

“Paling parah adalah saat masa tenang dan H-1 Pemilu nanti. Masyarakat bisa berjejal duduk di pinggiran jalan hingga pagi hari, menunggu ‘serangan fajar’,” ungkap Melky Fay.

Bawaslu TTS, tandas Melky, akan menindak setiap aktivitas politik yang memakai cara-cara tidak halal, yang mengotori dan menodai demokrasi.

“Ini bukan saja menjadi tugas Bawaslu untuk mencegah dan mengawasi pelaksanaan Pemilu 2019. Namun juga menjadi tugas partai politik, tokoh masyarakat serta masyarakat agar turut berpartisipasi,” harapnya.

Melky menyebut, akibat dari kurangnya pendidikan politik yang baik maka masyarakat pun ikut terpola dengan gaya politik uang.

“Kami pernah diinformasikan kalau ada masyarakat yang membuat baliho dengan menulis, “Ada Uang, Ada Suara”. Inilah bukti masih gagalnya pendidilan politik terhadap masyarakat,” ujarnya.

Diakhir paparannya Ketua Bawaslu menyebut beberapa kerawanan kecurangan Pemilu terjadi jika: penyelenggara tidak berintegritas, money politic, kurangnya pendidikan politik, hoax dan politisasi SARA, DPT yang amburadul, serta intimidasi.

Hadir membawakan materi anggota Bawaslu lainnya, Desi Nomleni dan Andhy Funu. Sosialisasi dihadiri juga Kepala Kesbangpol TTS, Okto Nabuasa, utusan Partai politik, ormas, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan insan pers.

Penulis: L. Ulan
Editor: Boni J

Bawaslu TTS Money Politic Soe TTS
Previous ArticleEsok, BPBD Matim Beri Bantuan Korban Longsor di Kota Komba
Next Article Beri Edukasi Kebersihan, GMPS Gelar Talk Show Radio di Pasar Ruteng

Related Posts

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026

SPPG Oebobo TDM Tidak Beroperasi Sementara, Pengelola Sebut Kendala Pengadaan Bahan Baku

9 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Sensus Ekonomi 2026: Mengapa Kita di NTT Tidak Boleh Asal Memberi Jawaban?

13 Juni 2026

Muskab PBVSI Sikka Tetapkan Rofinus Luer sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

13 Juni 2026

Hati Tak Bernoda: Istana Kasih dan Bait Allah Penemuan Diri

13 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.