Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Longsor Hebat di Necak Tutup Sungai Wae Togong
NTT NEWS

Longsor Hebat di Necak Tutup Sungai Wae Togong

By Redaksi19 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Longsor hebat di Bea Dolor Desa Compang Necak menutupi sungai Wae Togong (Foto: Dok. BPBD Matim)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Longsor hebat terjadi di Bea Dolor, Desa Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT pada Rabu 17 April 2019 lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Matim, Anton Dergong mengatakan, akibat longsor tersebut sungai Wae Togong tertutup timbunan tanah dan batu.

Air di sungai yang berada di perbatasan Kecamatan Lamba Leda dan Sambi Rampas tersebut tidak mengalir menuju laut Flores, bagian utara Matim.

“Longsor mengakibatkan sungai Wae Togong mengalami kekeringan di wilayah Bawe, Desa Haju Wangi, karena material longsoran ini menumpuk di kali Wae Togong,” kata Anton saat dihubungi VoxNtt.com, Jumat (19/04/2019) siang.

Menurut dia, tanah dan batu dari atas bukit menumpuk penuh di sungai Wae Togong setelah kejadian longsor. Akibatnya, air sungai tidak mengalir sebagaimana biasanya dan tampak bagai danau.

Genangan air sungai Wae Togong setelah longsor di Bea Dolor pada Rabu 17 April lalu (Foto: Dok. BPBD Matim)

Anton menambahkan, berdasarkan pantauan Camat Lamba Leda dan Pospol Benteng Jawa, serta Pemerintah Desa Compang Necak, lantaran tak dapat mengalir menuju Laut Flores, genangan air di titik longsor berada pada ketinggian kurang lebih mencapai 20 meter.

“Terlihat bubungan pondok yang selama ini jaraknya cukup jauh dari kali, beberapa pohon enau hanya kelihatan daunnya saja, bahkan pengakuan warga bahwa panjang genangan air tersebut bisa mencapai 1 kilometer,” ungkap Anton.

Camat Lamba Leda Aleksius Rahman, kata Anton, mengimbau warga yang bermukim atau berkebun di dekat sungai Wae Togong agar tetap waspada.

“Karena melihat kondisi di lokasi tersebut ada kemungkinan terjadi longsoran susulan, karena tanah di sekitar wilayah tersebut sudah retak atau pecah,” katanya.

Anton mengaku, sejumlah tanaman komoditi warga seperti kemiri dan lahan sawah tertimbun tanah longsor dan digenangi air.

Penulis: Ardy Abba

Bencana NTT BPBD Matim Longsor Necak
Previous ArticleWagub Josef Minta Para Peziarah Doa Khusus Buat Indonesia dan NTT
Next Article Longsor Tutup Sungai Wae Togong, Pemkab Matim Imbau Warga Necak Waspada

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.