Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pengunjung ke Perpustakaan Nagekeo Menurun, Ini Sebabnya
Regional NTT

Pengunjung ke Perpustakaan Nagekeo Menurun, Ini Sebabnya

By Redaksi24 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Situasi di Ruang Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Nagekeo.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Pengunjung ke Perpustakaan Daerah Nagekeo saat ini menurun.

Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Nagekeo Renata Fernandes melalui Kepala Seksi Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Nurliah Rubyanti mengatakan, menurunya pengunjung disebabkan kurangnya referensi buku sebagai bahan bacaan.

Ruby mengakui masih kurangnya buku di Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nagekeo membuat minat pengunjung dan masyarakat yang datang juga masih sedikit.

Bukan hanya itu, fasilitas berupa gedung tidak memadai membuat pengunjung tak banyak yang datang.

“Memang saat ini buku kami belum cukup atau masih sangat kurang,” ujar Ruby saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Senin (24/06/2019) siang.

Menurut Ruby, sampai saat ini Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Nagekeo baru memiliki 18.952 eksemplar buku yang terdiri dari 10.969 judul buku.

“Untuk perpustakaan kita jumlah eksemplar dari tahun 2008-2018 baru 18.952. Sementara judul buku hanya 10.956 saja. Jumlah eksemplar dan judul itu dibelanja menggunakan APBD dan sumbangan dari Perpustakaan Nasional dan pihak-pihak lain yang sumbang,” ujarnya.

Padahal, standar ketersediaan buku dari sebuah Perpustakaan yang ditetapkan Perpustakaan Nasional masih kurang.

“Seharusnya pengadaan buku 10.000 judul buku pertahun. Namun saat ini Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Nagekeo hanya mendapatkan alokasi dana pertahun pengadaan buku di bawah 500 judul buku saja,” ujarnya.

Karenanya, kata dia, sampai saat ini tengah dilakukan usaha untuk menambah jumlah buku, mulai dari dana APBD dan Perpustakaan Nasional.

“Kami sudah ajukan pengadaan dana untuk buku mudah-mudahan ini bisa terealisasi di APBD 2019,” ujar Ruby.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticleData Kunjungan di Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Nagekeo Menurun
Next Article Tekan Angka Stunting, Bupati TTU dan Pimpinan OPD “Serbu” ke Desa

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.