Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Nikmati Air PAM Saat Musim Hujan, Warga Matim: Kami Bayar Kalau Air Lancar
Regional NTT

Nikmati Air PAM Saat Musim Hujan, Warga Matim: Kami Bayar Kalau Air Lancar

By Redaksi2 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah satu sumur sedalam 30 Meter yang ada di Kelurahan Tanah Rata (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Masalah kekurangan air minum bersih di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT, bukanlah hal baru.

Pasalnya, program air minum bersih yang dicanangkan pada 2016 silam belum menunjukkan geliat yang baik. Sehingga belum dapat dirasakan oleh warga kabupaten yang dimekarkan pada 2007 silam itu.

Warga di wilayah kabupaten itu pun terpaksa harus merogoh kocek untuk mendapatkan air. Padahal, hampir semua rumah sudah dialiri dengan pipa yang dilengkapi dengan meteran air.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, mulanya pipa-pipa itu sangat lancar dialiri oleh air. Namun, dalam kurun waktu 1 tahun terakhir pipa air yang awalnya menjadi “berkah” bagi masyarakat justru menimbulkan masalah.

Masalah itu tak hanya terjadi di Kecamatan Borong ibu kota Matim, tetapi juga di kecamatan lain. Salah satunya Kecamatan Kota Komba, tepatnya di Kelurahan Tanah Rata dan Desa Bamo.

Dua wilayah tetangga ini, sudah lama mengalami penderitaan lantaran ketiadaan air minum bersih. Terpantau, masyarakat di dua wilayah ini tak hanya menimba air sumur sedalam 30 meter, tetapi juga menimba air di kali Waepoang sebuah kali hidup yang berada di Desa Bamo.

Stefanus Lasa (37) warga Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba mengatakan, persoalan ketiadaan air minum yang terjadi di wilayah itu sudah terjadi pada satu tahun terakhir.

Menurutnya, sebagian besar warga hanya menikmati air PAM ketika musim hujan tiba.

“Dulu waktu pertama airnya lancar tetapi sekarang air keluar tunggu musim hujan, itu pun kadang-kadang, kita juga bingung mau mengadu kemana?” ucapnya.

Diakui Stefanus sebagian warga menikmati air PAM pada dua bulan terkakhir. Namun, dia menegaskan akan membayar pada pihak BLUD SPAM apabila air lancar.

“Untuk sementara waktu saya belum mau bayar kalau air tidak lancar, kalau lancar pasti kami bayar,” ujarnya.

Pria yang kerap disapa Bang Even itu juga mengaku, hingga saat ini pihak BLUD SPAM tidak pernah mensosialisasikan persoalan air minum yang tidak lancar itu kepada masyarakat.

Padahal lanjut dia, persoalan itu perlu diketahui oleh publik karena air merupakan salah satu kebutuhan yang mendasar bagi masyarakat Matim saat ini.

“Coba mereka (BLUD SPAM) kasitahu kepada kita terkait persoalan ini supaya kita puas, daripada begini masalahnya, jadi kita bingung,” ucapnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticlePraktik “Mafia” Picu Kelangkaan Solar di Belu
Next Article Tolak Bangun SPBU di Alor, APRA Kupang Kembali Demonstrasi

Related Posts

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.