Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tak Punya Gedung, Ibu dan Anak di Kota Soe Posyandu di Gudang
NTT NEWS

Tak Punya Gedung, Ibu dan Anak di Kota Soe Posyandu di Gudang

By Redaksi20 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi bilik Posyandu di Nonohonis yang biasa dipakai warga untuk melaksanakam aktivitas kesehatan ibu dan anak. (Foto: L. Ulan)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT–Sebuah Posyandu di Kelurahan Nonohonis, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kondisinya memprihatinkan.

Pantauan VoxNtt.com, setiap pertengahan bulan dilaksanakan aktivitas Posyandu bagi ibu dan anak yang ada di wilayah Kelurahan Nonohis. Gedung yang dipakai pun hanya sebuah gudang berdinding bebak milik salah seorang warga Nonohonis.

Theresia Lie, salah seorang kader Posyandu mengatakan, karena tidak memiliki gedung, mereka terpaksa menggunakan gudang milik salah seorang warga tersebut.

“Di Kelurahan Nonohonis, ada dua Posyandu. Biasanya warga berdesak-desakan datang,” ujar Oma Theresia Lie yang sudah berusia 72 tahun lebih, namun masih aktif sebagai kader Posyandu.

Walau kondisi di tempat darurat, namun Oma Theresia Lie mengaku, dia bersama para kader Posyandu tidak menuntut berlebihan.

“Yang penting bagi kami kader adalah bisa memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi ibu dan anak-anak,” ujarnya.

Anggota DPRD Kabupaten TTS, Matheos Lakapu yang juga adalah warga Kelurahan Nonohonis, mengaku telah memantau lokasi Posyandu darurat tersebut.

Menurut Mateos, sebagai warga di wilayah tersebut, keluarganya, istri dan anak-anak sering ikut berpartisipasi di Posyandu.

“Memang, kondisi tidak layak. Rumah warga serta gudang yang dipakai untuk pelayanan kesehatan. Apalagi Posyandu ini di kota atau kelurahan. Banyak Posyandu di desa-desa pedalaman yang kondisinya lebih baik,” ungkapnya.

Oleh karena itu dia meminta pihak kelurahan, kecamatan atau pun dinas terkait untuk segera meninjau dan berupaya agar dicarikan solusi bersama dengan berbagai pertimbangan.

Penulis: L. Ulan

Editor: Irvan K

TTS
Previous ArticleIngin Mengabdi, Emanuel Bria Mendaftar ke DPC PDIP Malaka
Next Article Diarak Ribuan Pendukung ke DPC PDIP Malaka, SBS: Saya Marhaenis

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.