Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Fraksi PKB Minta Staf Khusus Gubernur NTT Ditiadakan
NTT NEWS

Fraksi PKB Minta Staf Khusus Gubernur NTT Ditiadakan

By Redaksi29 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana rapat peyampaian pemandangan fraksi di Kantor DPRD NTT
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Fraksi PKB DPRD Provinsi NTT menyoroti keberadaan staf khusus Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat.

Menurut Fraksi PKB staf khusus “NTT Bangkit, NTT Sejehtera” yang dibentuk oleh Gubernur Viktor berimplikasi pada pembiayan APBD I.

Fraksi PKB melalui pemandangan umum fraksinya, Selasa (29/10/2019), meminta agar staf khusus itu ditiadakan.

Mereka beralasan sudah ada dinas teknis terkait yang akan bekerja maksimal mungkin untuk membantu Gubernur dalam mencapai “NTT Bangkit, NTT Sejahtera”.

Selain itu, Fraksi PKB juga menghendaki adanya cabang Dinas Pendidikan di masing-masing kabupaten atau rayonisasi.

Hal itu bertujuan agar mempermudah proses administrasi hak guru maupun pegawai di Dinas Pendidikan.

Kemudian, tidak boleh ada pembedaan insentif antara guru honorer komite sekolah negeri dan swasta.

“Terkait rencana pemerintah membangun sekolah unggul Fraksi PKB menolak dengan alasan berdayakan sekolah-sekolah yang ada dengan meningkatkan infrastruktur yang ada seperti SDM, tenaga pendidik, sarana dan prasarana,” ujar Ana Walia Kolin, juru bicara Fraksi PKB saat membacakan pemandangan umum fraksinya.

Ana juga meminta penjelasan pemerintah terkait dengan masih banyaknya sengketa perbatasan yang menimbulkan konflik horisontal seperti Manggarai Timur-Ngada, Lotas TTS-Malaka, Sumba Barat Daya-Sumba Barat, Naktuka Anfoang Timur-Distrik Oekusi RDT, Nasipanaf Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Pantauan VoxNtt.com, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laikodat tidak mengikuti rapat paripurna dan hanya dihadiri oleh Wagub NTT Yosef A. Nae Soi.

Hingga pukul 12.00 Wita, Wagub NTT Yosef A. Nae Soi meminta untuk izin karena kondisi fisiknya tidak stabil atau dalam keadaan sakit.

Situasi rapat paripurna itu sempat tarik ulur saat beberapa anggota DPRD meminta kehadiran Sekretaris Daerah NTT.

“Pak Sekda ada ke Alor saya yang meminta untuk menggantikan saya, di sana ada peresmian Rusunawa oleh perwakilan Dirjen Perumahan,” ujar Wagub Nae Soi, sebelum meninggalkkan ruangan rapat.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

DPRD NTT Kabupaten Kupang
Previous ArticleDPRD NTT Ajak Orang Muda Bijak Bersosial Media
Next Article Satu Bukti Kegagalan Berliterasi Agupena Flotim

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.