Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Proyek Sumur Air di Lingko Lolok Sempat Terhenti Karena Kendala Teknis
Regional NTT

Proyek Sumur Air di Lingko Lolok Sempat Terhenti Karena Kendala Teknis

By Redaksi7 November 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Proyek sumur air di Lingko Lolok-Lamba Leda (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Proyek sumur air di Lingko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur sempat terhenti.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ignas Woda, pekerjaan terhenti karena kendala teknis, seperti mobilisasi alat berat menuju lokasi proyek.

“Saya coba mengklarifikasi, proyek ini (mulai dikerjakan) tahun 2018, dimana saat pengerjaan terjadi bencana yang mana runtuh sumurnya saat pengerjaan oleh kontraktor,” ujarnya kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Rabu (06/11/2019).

Ignas mengaku, sumur air roboh akibat bencana alam tahun 2018 lalu.

Usai kejadian, pihaknya memerintahkan kontraktor pelaksana agar membangun ulang sumur air tersebut.

Kata dia, saat ini pembangunan sumur itu sudah hampir rampung. Namun karena beberapa kendala teknis, sehingga sempat terhenti.

Ignas pun membantah tudingan warga setempat yang menilai proyek tersebut terancam mangkrak.

“Kami memerintahkan kontraktor untuk membangun ulang dan sumurnya sudah selesai,” pungkas Ignas.

Ia mengungkapkan, memang timbunan di sekitar sumur air belum dikerjakan.

Untuk itu, tahun 2019 ini akan dilanjutkan kembali menggunakan APBD Manggarai Timur senilai Rp 100.000.000.

Proyek ini, ungkap dia, dikerjakan oleh CV Budi Bakti.

“Juga pembangunan rabat sekitar lokasi sumur dan saluran akan dikerjakan sehingga masyarakat Lingko Lolok bisa memanfaatkannya,” terang Ignas.

Ia pun mengaku telah menghubungi kontraktor pelaksana, Gregorius Tabur untuk segera melanjutkan pengerjaan sumur air di Lingko Lolok itu.

“Oh ia. Sekarang sedang dicari excavator oleh kontraktor untuk dikerjakan karena pekerjaan tahun ini lebih banyak pekerjaan timbunan sekitar sumur air,” jelas Ignas.

Direktur CV Budi Bakti Gregorius Tabur membenarkan bahwa pihaknya sudah diperintahkan PPK untuk melanjutkan pekerjaan.

Gregorius pun mengaku sudah memberikan gambaran umum terkait proses pengerjaan sumur air.

Ia menambahkan, pihaknya telah menemui warga Lingko Lolok sebagai pekerja proyek itu pada Selasa, 5 November 2019 untuk kembali melanjutkan pekerjaan.

“Begini pak, kami sudah temui warga setempat untuk sama-sama bertemu dengan orang tambang mangan untuk menggunakan excavator milik mereka. Kebetulan pekerjaannya penimbunan. Itu kemarin sama-sama dengan masyarakat di lokasi,” jelas Gregorius kepada wartawan.

Ia juga mengaku, telah memerintahkan pelaksana lapangan atas nama Flori untuk berkomunikasi dengan para pihak. Komunikasi terutama untuk mengerjakan penimbunan sumur air.

“Dia (Flori) dengan masyarakat di bawah (di Lingko Lolok) menemui orang tambang untuk membicarakan excavator mereka,” katanya.

“Awalnya kemarin kita telah sewa excavator di Reo, tapi setelah dipertimbangkan maka kita putuskan menunggu excavator milik pihak tambang karena lebih dekat dengan lokasi proyek sumur,” sambung Gregorius.

Ia membantah bahwa proyek sumur air tersebut terancam mangkrak. Saat ini hanya menunggu alat berat baru kemudian dikerjakan.

“Tidak benar jika dikatakan proyek ini ditinggalkan atau mangkrak. Bila menggunakan alat berat itu lebih efisien bahkan cepat selesai,” tukasnya.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleDPD RI Apresiasi Festival SMA dan SMK di NTT
Next Article Polres Mabar Amankan Pelaku Pencabulan Siswi 8 Tahun

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.