Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Unjuk Rasa di Kampus PNK, Dua Wartawan Ditarik dan Dilarang Meliput
MAHASISWA

Unjuk Rasa di Kampus PNK, Dua Wartawan Ditarik dan Dilarang Meliput

By Redaksi9 Desember 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua BEM PNK ditarik paksa saat aksi di depan kampus itu, Jumat (6/12) siang.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Wartawan Pos Kupang dan Victory News mendapat perlakuan tidak adil oleh pihak Kampus Politeknik Negeri Kupang (PNK).

Insiden itu terjadi saat kedua wartawan tersebut hendak meliput aksi yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNK di depan Gedung Rektorat Kampus PNK, Jumat (06/12/2019).

Jurnalis Pos Kupang yang enggan namanya dimediakan mengaku insiden tersebut terjadi sekutar pukul 11.30 Wita saat hendak meliput aksi unjuk rasa.

Oknum yang diduga berbuat ulah kepada wartawan tersebut belakangan diketahui adalah seorang security di Kampus PNK.

“Satu orang massa unjuk rasa ditangkap dan dibawa masuk ke dalam gedung. Lalu saya mau ikut dan cek di dalam. Salah satu ibu langsung cegat saya minta surat tugas. Saya sudah jelaskan bahwa saya mau liput. Saya tunjukan kartu pers. Dia langsung tarik saya keluar dan larang untuk meliput sedangkan saya sudah tunjukan kartu pers,” ungkap dia.

Sedangkan wartawan Victory News mengaku melihat rekannya ditarik oleh security perempuan dan diseret keluar secara paksa.

“Saya lihat dia ditarik. Makanya saya langsung tunjukan surat tugas. Tetapi tetap dilarang,” katanya.

Untuk diketahui, aksi unjuk rasa mahasiswa di kampus negeri itu menyusul adanya dugaan pungutan liar jurusan teknik terkait pembayaran makan dan minum dosen.

Ketua BEM Politeknik Negeri Kupang Jefrianus V. Djawa kepada VoxNtt.com menjelaskan, unjuk rasa adalah puncak dari amarah mahasiswa atas tindakan kampus yang dinilai tidak mempertimbangkan kemanusiaan.

“Beberapa kali kami tuntut tapi tidak digubris. Ini kali kami mau ketemu direktur,” tegasnya.

Jefri juga membeberkan poin aksi yakni menuntut agar Ketua Jurusan Teknik Sipil  untuk mundur dari jabatannya.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan dugaan pungli terkait biaya praktik yang ditanggung mahasiswa dan biaya Rp 2000 jika tidak masuk kelas kuliah hingga pada persoalan sarana dan prasarana kampus.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Kupang PNK Kupang
Previous ArticleRawat Kebudayaan, Mahasiswa Undana Gelar Pentas Seni Tari dari Berbagai Etnis di NTT
Next Article Pakai Mobil Plat Merah, Polisi Jemput Paksa Seorang Pendemo di Politeknik Kupang

Related Posts

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026
Terkini

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.