Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Di Matim Tanaman Warga “Diserbu” Hama Belalang
Regional NTT

Di Matim Tanaman Warga “Diserbu” Hama Belalang

By Redaksi22 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tanaman jagung warga Matim yang diserang hama belalang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Ribuan hama belalang menyerbu tanaman berupa jagung dan padi pada dua wilayah di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Itu terutama di Desa Bamo dan Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba.

Pantauan VoxNtt.com, Jumat (21/02/2020) siang, di Kampung Muting, Pupung, Nanga Rawa Desa Bamo, tampak pohon jagung dan padi dihinggapi ribuan belalang.

Akibatnya, batang dan daun jagung dan padi yang baru berusia satu sampai dua bulan rusak, bahkan mati.

Lukas Juma warga Kampung Pupung Desa Bamo mengaku peristiwa itu sudah terjadi sejak bulan Januari lalu.

“Kita di sini sudah terlambat hujan tambah lagi dengan hama ini. Ini sudah dua kali kami mengalami peristiwa seperti ini pak,” keluh Lukas saat ditemui VoxNtt.com di kediamannya.

Diakuinya beberapa warga sudah berusaha untuk membasmi hama tersebut dengan menggunakan obat kimia.

Namun, usaha itupun sia-sia. Hama belalang justru kian bertambah dan terus menyerang tanaman warga.

“Sudah coba pake semprot memang ada yang mati tetapi kami heran justru ada lagi bahkan tamba hanyak,” ujar pria yang kerap disapa Juma itu.

Dia juga mengatakan sudah lebih dari sekali melakukan penanaman ulang di lokasi yang diserang hama. Namun, tragisnya baru dua minggu usia tanaman langsung diserang hama.

“Kalau yang baru tumbuh itu cepat sekali diserang. Tetapi dari dinas belum ada yang datang cek ke sini,” ujarnya.

Dia pun berharap pemerintah melalui instansi terkait bisa memperhatikan persoalan itu.

Hal senada juga disampaikan Patrisius Bombang warga desa Bamo. Dia mengaku pasrah dengan peristiwa yang dialaminya itu.

“Kita tidak ada harapan lagi pak, kita hanya bisa berdoa dan berharap agar peristiwa ini segera berakhir. Saya bahkan sudah putus asa,” ucapnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim
Previous ArticleGuru-guru SDK Nunang Mogok Tidak Masuk Sekolah
Next Article Pemda Manggarai Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Koko Wae Ri’i

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.