Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN»Kasus Senior Paksa Junior “Cicipi” Tinja di Seminari BSB, Ini 6 Fakta yang Terungkap
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Kasus Senior Paksa Junior “Cicipi” Tinja di Seminari BSB, Ini 6 Fakta yang Terungkap

By Redaksi26 Februari 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tampak depan Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere. (Foto: Are De Peskim).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Siswa Seminari Menengah Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere diduga dipaksa mengecap kotoran teman seangkatan oleh dua orang senior. Para siswa tersebut berasal dari kelas VII SMP Seminari BSB.

Tidak main-main, jumlah keseluruhan yang disiksa ialah sebanyak 77 siswa. Sementara itu, dua senior tersebut adalah siswa Kelas XII SMA Seminari BSB.

Kasus tersebut terungkap ke publik, setelah beberapa orang tua murid memilih melaporkan tindakan keji tersebut ke media pada Selasa (25/2/2020).

Kejadian ini pun menjadi perbincangan berbagai kalangan di NTT baik itu lewat Facebook, Twitter, maupun berbagai grup WhatsApp.

Berikut 6 fakta yang berhasil dihimpun VoxNtt.com:

Pertama, Seorang Siswa Menyembunyikan Feses di Lemari Kosong

Kejadian ini bermula ketika seorang siswa kelas VII membuang kotorannya ke dalam plastik, lalu disembunyikan di salah satu lemari kosong pada Rabu 19 Februari 2020.

Hingga kini belum diketahui alasan siswa tersebut menyembunyikan tinja tersebut.

Sekitar pukul 14.00 Wita (usai makan siang), dua orang kakak kelas XII menemukan kotoran tersebut. Sore itu mereka bertugas membersihkan kamar unit siswa kelas VII.

Melihat hal itu, dua orang siswa kelas XII (pelajar SMA) mengumpulkan para siswa kelas VII untuk mencari tahu, pelaku yang membuang kotoran di tempat tersebut.

Lantaran tidak ada yang mengaku, kedua senior tersebut naik pitam dan memaksa para yunior untuk ‘mencicipi’ kotoran yang diduga milik teman seangkatan mereka sendiri dengan menggunakan sendok makan.

Kedua, Senior Meminta Kejadian Itu Dirahasiakan 

Kakak kelas XII usai insiden itu, meminta kepada para yuniornya untuk merahasiakan kejadian itu kepada para pembina (pastor dan frater) dan orang tua.

Peristiwa itu baru diketahui para pembina pada Jumat 21/02/2020 dari salah satu siswa kelas VII yang datang mengadu bersama kedua orang tuanya.

Mendengar pengaduan tersebut, para pembina langsung mengumpulkan siswa kelas VII dan memanggil dua kakak kelas XII guna dimintai keterangan.

Ketiga, Pertemuan Bersama Orang Tua

Menanggapi kejadian itu, para pembina kemudian mengadakan rapat bersama siswa, orang tua, dan kedua kakak kelas tersebut pada 25 Februari 2020. Pertemuan ini bermaksud agar kasus ini dibicarakan secara terbuka dan jujur.

Rapat bersama para Pembina dan orang tua murid serta para siswa pada Selasa (25/2/2020) (Foto: istimewa)

Keempat, Seminari Meminta Maaf

Di hadapan para orang tua, pihak seminari meminta maaf sekaligus mengumumkan sanksi kepada kedua kakak kelas tersebut.

Sementara untuk para korban (siswa kelas VII), akan didampingi lebih lanjut oleh para pembina guna memulihkan mental dan menghindari trauma.

Kelima, Pihak Seminari Keberatan dengan Term “Makan”

Dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, pimpinan Seminari Maria Bunda Segala Bangsa, Pastor Deodatus Du’u, keberatan dengan terminologi “Makan” yang ditulis media.

Berdasarkan investigasi pihak seminari, term yang benar ialah “MENYENTUHKAN” sendok yang berisi fases pada bibir dan lidah siswa kelas VII.

Keenam, Para Pembina (Pastor dan Frater) Tidak Terlibat

Peristiwa ini tidak dilakukan oleh para pastor dan frater, melainkan oleh dua orang kakak kelas XII. (VoN).

Seminari Bunda Segala Bangsa Sikka Sikka
Previous ArticleYunior Dipaksa “Mencicip” Tinja, Seminari BSB Maumere Keluarkan Dua Pelaku
Next Article Positif ASF, 1.394 Ekor Babi di Pulau Timor “Melayang”

Related Posts

Gubernur NTT Minta Penyaluran KUR Tepat Sasaran untuk Masyarakat Miskin

19 Februari 2026

Sehari Hari Hilang, Seorang Nelayan di Maumere Ditemukan Tewas

18 Februari 2026

DPRD NTT Desak Polisi Usut Dugaan TPPO Pekerja Pub di Sikka

16 Februari 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.