Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Kita Berbagi, Maka Kita Menang!
HEADLINE

Kita Berbagi, Maka Kita Menang!

By Redaksi23 April 20204 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Irvan Kurniawan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Editorial, Vox NTT-Dalam keterbatasan ruang gerak, waktu terus berlalu. Namun hingga kini belum ada kepastian kapan badai Covid-19 ini akan pergi.

Segala upaya telah ditempuh seperti kebijakan social distancing, personal distancing, karantina mandiri, pembatasan sosial berskala besar, bahkan ada negara yang menerapkan lockdown untuk memutuskan rantai penularan.

Berbagai upaya itu nyatanya belum mampu menahan lajunya virus yang meluncur ke segala penjuru. Nyawa terus melayang dan berbagai sumber daya sedikit demi sedikit mulai menipis.

Di tengah ketidakpastian, insan manusia menanti dalam harap. Dalam penantian yang tak pasti itu, keresahan datang menyapa. Salah satu yang mendasar ialah soal keberlangsungan hidup. Kebanyakan orang yang berekonomi rendah seperti hidup dalam mitos “Audi, vide, tace, si tu vis vivere“, dengar, lihat dan diamlah jika engkau ingin hidup.

Pekerjaan sebagai salah satu kunci keberlangsungan hidup manusia telah banyak ‘diistirahatkan’. Manusia digiring ke dalam rumah agar selamat dari bahaya wabah. Dalam kesempitan, ketakutan yang paling akut ialah bayangan kehabisan pangan. Hantu kelaparan seperti terus membuntuti rasa takut.

Bagi segelintir orang, situasi pandemi bisa teratasi tanpa harus terhimpit dalam frustrasi. Mereka punya segudang tabungan yang mampu bertahan bahkan sampai tujuh turunan. Stok makanan bagi mereka bukan perkara susah. Keberadaan segelintir orang ini terungkap dalam laporan Tim Nasional Pecepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang mencatat, hampir separuh aset Indonesia dimiliki 1 persen masyarakat saja.

Sebaliknya situasi pelik melanda kebanyakan orang yang tergolong ekonomi rendah, keberlangsungan hidup selama pandemi menjadi taruhan. Andai saja wabah ini belum lekas sirna dan cadangan sumber daya negara semakin melemah, maka ancaman kelaparan tentu menjadi nyata di depan mata.

Jika itu menyata, maka yang tersisa hanyalah hasrat kebinatangan manusia. Homo homini lupus, manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya, bakal nyata terasa.

Ini memang bukan saat yang tepat untuk saling menyalahkan. Karena itu, dari pada mengutuk kegelapan, lebih baik kita menyalakan lilin harapan. Optimisme memang harus terus menyala selama masih ada emas yang terpendam dalam diri manusia. Emas itu adalah Cinta. There’s a place in your heart, and I know that it is Love. Demikian Michael Jackson mengawali lagunya “Heal The World”.

Rasa cinta yang tersembunyi di dalam diri manusia itulah yang perlu ditemukan agar melahirkan solidaritas sosial melawan Corona. Sebab dengan saling berbela rasa, kita tak hanya menyelamatkan mereka yang terpapar dan terdampak, tetapi juga menyelamatkan diri kita dari ancaman terburuk penyebaran Corona.

Namun di sisi lain, kita sadar bahwa mengutuk tuan Corona hanya akan membuang-buang energi. Ia tak punya akal dan perasaan. Ia hanya menyasar orang-orang yang tak punya daya tahan.

Kita harus bangkit. Musuh bersama yang bernama Virus Corona ini malah bisa dijadikan sarana untuk menggali kekuatan Cinta yang tersembunyi di dalam diri manusia.

Dokter Wulandari (berjilbab) saat memberikan masker untuk petugas jaga posko Covid-19
Polisi Arsy Lentar saat menyerahkan bantuan Sembako kepada janda lansia Rosalia Adi (75) asal Kampung Laci, Desa Compang Mekar (Foto: Polisi Arsy Lentar)
Pimpinan BRI cabang Kefamenanu, Hendra Hermawan saat membagikan masker kepada warga yang berada di Terminal Bis Kefamenanu, Kamis 23 April 2020. (Foto: Istimewa).
Rombongan PERMASKKU dan BaraJP Kupang usai penyemprotan disinfektan di Kelurahan Bakunase, Kota Kupang, Rabu (22/04/2020). (Foto: Dok. BaraJP).
Penyerahan simbolik masker dari penjahit kepada IDI Sikka dalam launching Masker Untuk Sikka (Foto: Are De Peskim/VoxNtt.com)
Anggota WALHI NTT saat membagikan masker dan teh Marungga kepada masyarakat Kota Kupang
Ans Taolin bersama dokter muda Is Taolin saat membagikan masker dan vitamin untuk masyarakat Desa Tesa, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Selasa (21/04/2020) (Foto: Killer Manek)
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal NTT, Hilda Riwu Kore Manafe saat menyerahkan bantuan di beberapa UPT Puskesmas di Kota Kupang, Selasa, 21 April 2020 (Foto: Istimewa)
Danki Brimob Kompi 2 Atambua Iptu Rudi Silvester saat membawa Sembako untuk diberikan kepada warga (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Kelompok petani di area persawahan irigasi Mbay mendapat masker gratis dari Ormas Pemuda Katolik Komcab Nagekeo (Foto: Ferry Meze)
Penyerahan 2000 masker untuk Puskesmas Habi Bola (Foto: Istimewa)
Ketua DPD II Golkar Manggarai Simprosa R. Gandut bersama relawan Partai Golkar saat memberikan bantuan kepada sejumlah kelompok masuarakat di Kota Ruteng.
Pemuda Pecinta Kesehatan Kecamatan Reok saat membagikan masker kain kepada masyarakat di Kecamatan Reok, Selasa (21/04/2020)
Salah satu ibu bhayangkari saat memberikan bubur kacang ijo kepada Kepala Puskesmas Labuan Bajo (Foto: Sello Jome/Vox NTT).
Para tenaga kontrak saat terima sembako di Kantor BNN Provinsi NTT, Senin, 20 April 2020 (Foto: Dok. BNN Provinsi NTT)
Bidan Priska saat membantu seorang ibu yang melahirkan di tengah pandemi di Cibal Barat, Manggarai, NTT (Foto: Pepy/VoxNtt.com)
Devia dan ibu-ibu saat berkunjung ke Posko COVID 19 di Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka. Mereka rutin menyiapkan hidangan snack gratis untuk mendukung petugas posko Covid-19 (Foto: Istimewa)
Sr. Yosefina saat membagikan sembako untuk pekerja yang terdampak Covid-19 di Labuan Bajo (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Seorang polisi tampak sedang membagikan masker kepada para pedagang di Pasar Mbongawani Ende (Foto : Copy Right)
Pose bersama jajaran Forkopimda Kabupaten TTU dan perwakilan warga penerima bantuan Sembako di Kapela Desa Nian, Selasa, 14 April 2020 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Anggota DPRD Belu, Wendelina Nini Atok dari rumah ke rumah bertemu masyarakat untuk menggali aspirasi sambil membagikan masker kepada warga (Foto: Tim)
Pose bersama Polres, donatur dan warga yang kurang mampu di kampung Cambir (Foto: Sandy Hayon/ VoxNTT)
Bantuan Sembako gratis dari relawan EB -RTS yang disasarkan untuk masyarakat kecil dan kaum renta, Minggu (12/04/2020) (Foto: Frido Umrisu Raebesi/ Vox NTT)
Ketua PKPI Sikka, Hildegardis Sunur memakaikan masker kepada perwakilan Aliansi Wartawan Sikka, Vianey Tinton (Foto: Are De Peskim/VoxNtt.com)
Sergio Fransisco Boko saat menyerahkan bantuan APD untuk RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua, Selasa (06/04/2020) (Foto: Sergio Boko)
Perwakilan awak media di Manggarai, Yohanes Manasye saat menerima bantuan APD dari Gerakan “Mai ga Cama-cama”, Kamis (09/04/2020) (Foto: Pepy Kurniawan/ Vox NTT)

Selama ini, emas yang terpendam itu dilumpuri ketamakan, individualisme, egoisme dan keserakahan yang terlanjur menjadi gaya hidup manusia. Akibatnya kesenjangan ekonomi merajalela, degradasi kemanusiaan menjadi cerita klasik peradaban, serta rusaknya alam sebagai ‘organ lain’ dari tubuh manusia.

Corona juga berhasil merekatkan solidaritas global yang selama ini dipisahkan oleh persaingan ekonomi dan ideologi. Bahkan Amerika sebagai salah satu negara adi daya harus meminta bala bantuan Cina, rivalnya dalam perang dagang.

Sementara di tanah air, dari berbagai kabar, kita dapat merasakan bahwa kehadiran Corona menyubur tumbuhnya rasa solidaritas antara sesama. Itu dibuktikan oleh berbagai individu, komunitas dan organisasi yang berinisiatif menggalang bantuan serta berbagi sembako kepada orang miskin. Tak sedikit pula yang rela berbagi dari berbagai kekurangannya.

BACA JUGA:

  • Polisi di Matim Ini Galang Bantuan Sembako untuk Janda Lansia
  • Di Tengah Pandemi, Bidan Priska Tak Gentar Bantu Ibu Melahirkan di Mobil Truk
  • Kisah Devia, Gadis Maumere yang Rajin Sumbang Snack Gratis untuk Tenaga Medis
  • Suster di Labuan Bajo Bagi Sembako untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Solidaritas sosial memang menjadi pertahanan terakhir untuk melawan musuh bersama. Setidaknya kehadiran Corona telah mengembalikan manusia pada hakikatnya sebagai homo socius. Saling berbagi di tengah pandemi memiliki makna eksistensial bahwa kita masih ada ‘sebagai manusia’. Kita berbagi, maka kita ada! Kita berbagi, maka kita menang dalam pertempuran!

“Aku ragu ada dan tiadaku. Namun cinta mengumumkan, Aku ada!” demikian kata Muhammad Iqbal, Penyair dan filsuf dari Persia 1877-1938.

Ya, selama masih ada cinta, kita masih punya alasan untuk berharap. Sebab di mana ada cinta, di situ akan ada kehidupan. Mari kita terus menyalakan api cinta solidaritas itu sebagai amunisi sosial agar menang dalam perang melawan wabah. Semoga dengan solidaritas yang sama kita juga menang dalam perang melawan kemiskinan, perdagangan orang, korupsi dan berbagai ketidakdilan yang terjadi di negeri ini.

covid-19 Irvan Kurniawan Virus Corona
Previous ArticleBank NTT Sumbangkan 540 Juta ke Pemprov untuk Penanganan Covid-19
Next Article Yayasan Mariamoe Peduli Bagikan Ribuan Masker untuk Warga Matim

Related Posts

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

Kades ‘Ikut Garap’ Proyek Negara, Bupati Manggarai Tak Boleh Diam

21 Desember 2025

Cepat Tangkap Pemburu, Lamban Sentuh Tambang: Ada Apa dengan Penegakan Hukum di Manggarai Barat?

20 Desember 2025
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.