Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Masyarakat Tutup Wisata ke Wae Rebo Meski Gubernur NTT Putuskan untuk Buka
Ekbis

Masyarakat Tutup Wisata ke Wae Rebo Meski Gubernur NTT Putuskan untuk Buka

By Redaksi19 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tempat pariwisata Wae Rebo (Foto: happyfitdiary)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat telah secara resmi mengumumkan agar destinasi wisata Wae Rebo kembali dibuka.

Keputusan pembukaan kembali destinasi wisata Wae Rebo itu disampaikan Laiskodat ketika melakukan kunjungan kerja pada Minggu, 6 September 2020 lalu.

Namun, keputusan Laiskodat itu kemudian dibatalkan oleh seluruh warga Kampung Wae Rebo pasca melangsungkan musyawarah bersama pada Kamis, 10 September 2020. Musyawarah itu berlangsung di Rumah Adat Wae Rebo.

Dalam musyawarah bersama yang dihadiri oleh seluruh masyarakat Wae Rebo itu telah menghasilkan sebuah kesepakatan bersama tentang penutupan kembali destinasi Wae Rebo.

Penutupan itu terpaksa dilakukan lantaran meningkatnya jumlah orang yang terpapar Covid-19.

Ketua Lembaga Pelestarian Budaya Wae Rebo Frans Munir, dalam keterangannya yang diterima VoxNtt.com, Senin (14/09/2020) pagi, menegaskan dirinya perlu mendengarkan kesepakatan warga Wae Rebo tentang penutupan kembali destinasi wisata Wae Rebo.

Frans menyatakan, walaupun dalam kunjungan kerja Gubernur Viktor telah membuka kembali obyek Wisata Wae Rebo, namun sebagai Ketua Lembaga Pelestarian Pariwisata Wae Rebo ia harus selalu mendengar suara masyarakat. Itu terutama untuk menutup kembali tempat itu selama Covid-19 mewabah.

Sementara itu, Walter Rahmat, tokoh muda yang juga sebagai petugas kesehatan di Wae Rebo mengaku di tempat tersebut memiliki kekurangan fasilitas kesehatan seperti Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19.

Walter pun menyatakan dirinya tidak siap menerima tamu untuk sementara waktu lantaran kekurangan APD.

Wae Rebo, jelas dia, merupakan tempat pariwisata yang sangat terkenal. Karena itu, jika tetap dibuka untuk umum di masa Covid-19 ini maka akan berdampak buruk. Sebab, fasilitas kesehatan seperti APD masih kurang memadai.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Manggarai Wae Rebo
Previous ArticleMahasiswa Unika Ruteng Terpapar Covid-19, Rektor Keluarkan Instruksi
Next Article Sosialisasi AMDAL Tambang Batu Gamping, Tokoh Adat Lengko Lolok Tolak Relokasi

Related Posts

Hari Ketiga Pascagempa, Warga Golo Mendo Masih Bertahan di Tenda Darurat

17 Agustus 2026

Pasutri di Wae Ri’i Tewas Tertimpa Tembok Rumah Akibat Gempa

15 Agustus 2026

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026
Terkini

Benny Harman Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Nagekeo

17 Agustus 2026

Hari Ketiga Pascagempa, NasDem Nagekeo Perluas Distribusi Bantuan ke Pengungsi Pedesaan

17 Agustus 2026

Pegadaian Salurkan Sembako hingga Perlengkapan Tidur untuk Warga Terdampak Gempa Flores

17 Agustus 2026

Soal Keretakan Kampung Tango Bali Akibat Gempa, Camat Lamba Leda Utara: Kami Kesulitan Personel untuk Turun ke Lokasi

17 Agustus 2026

Benny Harman Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores

17 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.