Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Hari Ketiga Pascagempa, Warga Golo Mendo Masih Bertahan di Tenda Darurat
Pojok Info

Hari Ketiga Pascagempa, Warga Golo Mendo Masih Bertahan di Tenda Darurat

By Redaksi17 Agustus 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah satu rumah warga Desa Golo Mendo, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (Foto: Leo Jehatu)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Memasuki hari ketiga pascagempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo, warga Desa Golo Mendo, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, masih bertahan di sejumlah tenda darurat yang dibangun secara mandiri.

Warga memilih tidak kembali ke rumah karena hampir seluruh rumah di desa tersebut dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat. Puluhan rumah bahkan mengalami kerusakan sangat parah dan dikhawatirkan tidak aman untuk ditempati.

Kekhawatiran warga semakin meningkat karena gempa susulan masih dirasakan. Pada Senin, 17 Agustus 2026, sedikitnya tiga kali getaran gempa dirasakan warga dalam rentang waktu sekitar pukul 05.00 hingga 10.00 Wita.

Kondisi tersebut membuat warga, terutama yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan sangat parah, memilih tetap berada di lokasi pengungsian hingga situasi dinilai lebih aman.

Desa Golo Mendo tercatat memiliki 318 rumah tangga. Berdasarkan kondisi yang dihimpun di lapangan, hampir seluruh rumah di desa tersebut mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda-beda.

Heliandria Onggal, seorang warga berkata, kerusakan ditemukan mulai dari kategori ringan, sedang hingga berat. Puluhan rumah dilaporkan mengalami kerusakan sangat parah sehingga belum memungkinkan warga kembali menempatinya sebelum dilakukan pemeriksaan dan asesmen.

Sebagian besar warga, kata dia, kemudian mendirikan tenda secara swadaya di luar rumah untuk tempat berlindung sementara.

Heliandria berharap pemerintah segera melakukan asesmen dan pendataan terhadap seluruh rumah guna memastikan tingkat kerusakan serta menentukan penanganan dan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing keluarga.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya 52 tenda pengungsian dan tenda darurat telah tersedia di sejumlah titik di Desa Golo Mendo.

Sebanyak 14 tenda berada di Dusun Taga, 15 tenda di Dusun Carep RT 02, 10 tenda darurat di Dusun Carep RT 03, dan 13 tenda di Dusun Carep RT 04.

Di Dusun Carep RT 03, sebagian warga bahkan memanfaatkan bengkel kayu sebagai tempat berlindung sementara karena keterbatasan tenda.

Kondisi tenda pengungsian juga belum ideal. Setiap tenda darurat yang dibangun secara mandiri dapat dihuni sekitar empat hingga 10 kepala keluarga. Artinya, satu tenda harus digunakan bersama oleh beberapa keluarga dalam kondisi darurat.

Memasuki hari ketiga pascabencana, warga mengaku belum mendapatkan bantuan pangan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai, baik berupa makanan maupun tenda darurat.

“Masyarakat masih mengandalkan kemampuan swadaya untuk memenuhi kebutuhan selama berada di lokasi pengungsian,” kata Heliandria.

Ia berharap pemerintah segera memberikan bantuan berupa tenda darurat yang layak, tempat tidur atau alas tidur, makanan, air minum serta kebutuhan pokok lainnya.

Kebutuhan tersebut dinilai mendesak karena warga belum dapat kembali ke rumah masing-masing.

Berdasarkan dokumen Data Jumlah Penduduk Desa Golo Mendo yang ditunjukkan kepada pewarta, jumlah penduduk desa tersebut tercatat sebanyak 1.058 jiwa.

Data tersebut mencatat 318 keluarga atau rumah tangga. Dari jumlah itu, sebanyak 73 rumah tangga dikepalai perempuan.

Sementara jumlah anak dan penduduk usia 0 hingga 19 tahun mencapai 352 jiwa.

Data tersebut menunjukkan penanganan pascabencana perlu memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, termasuk anak-anak, perempuan, lansia, serta keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan dan tidak dapat ditempati.

Kepala Desa Golo Mendo, Hilarius Barus mengatakan, laporan mengenai kondisi bencana di wilayahnya telah dikirim kepada Posko Bencana Kabupaten Manggarai.

Menurut dia, laporan tersebut mencakup kondisi masyarakat serta kebutuhan penanganan pascabencana di Desa Golo Mendo.

Hilarius berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan bantuan dan penanganan di lapangan.

Bagi warga, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah tempat berlindung yang aman dan layak, makanan dan minuman, alas tidur serta kebutuhan dasar lainnya.

Selain bantuan darurat, warga juga berharap dilakukan pendataan menyeluruh terhadap 318 rumah untuk mengetahui secara pasti tingkat kerusakan masing-masing bangunan.

Memasuki hari ketiga pascagempa, warga Golo Mendo masih bertahan di tempat pengungsian dengan fasilitas terbatas sambil menunggu bantuan dan penanganan dari pemerintah.

Kontributor: Leo Jehatu

Desa Golo Mendo Gempa Bumi Kabupaten Manggarai Kecamatan Wae Ri’i Manggarai
Previous ArticleDemokrat Peduli, BKH Pimpin Penyaluran Bantuan untuk Korban Gempa Flores
Next Article Anggota DPD Stevi Harman Distribusikan Obat-obatan ke Reo dan Pota Pascagempa Flores

Related Posts

Anggota DPD Stevi Harman Distribusikan Obat-obatan ke Reo dan Pota Pascagempa Flores

17 Agustus 2026

Demokrat Peduli, BKH Pimpin Penyaluran Bantuan untuk Korban Gempa Flores

17 Agustus 2026

Dua Hari Pascagempa 7,7 M, Bupati Nagekeo Menghilang, Keberadaannya Jadi Tanda Tanya

17 Agustus 2026
Terkini

Anggota DPD Stevi Harman Distribusikan Obat-obatan ke Reo dan Pota Pascagempa Flores

17 Agustus 2026

Hari Ketiga Pascagempa, Warga Golo Mendo Masih Bertahan di Tenda Darurat

17 Agustus 2026

Demokrat Peduli, BKH Pimpin Penyaluran Bantuan untuk Korban Gempa Flores

17 Agustus 2026

Dua Hari Pascagempa 7,7 M, Bupati Nagekeo Menghilang, Keberadaannya Jadi Tanda Tanya

17 Agustus 2026

NasDem Peduli, Tetap Membantu Meski Ikut Terdampak

16 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.