Borong, VoxNTT.com – Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, belum turun langsung ke Kampung Tango Bali, Desa Lencur, untuk mengecek dampak gempa yang terjadi pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026.
Camat Lamba Leda Utara, Agus Supratman berkata, keterbatasan personel menjadi salah satu kendala pemerintah kecamatan untuk mendatangi lokasi.
Menurut dia, pemerintah kecamatan juga tengah menangani para pengungsi di wilayahnya.
“Saya sudah instruksikan semua Kades wilayah Kecamatan Laut (Lamba Leda Utara) untuk lakukan pantau wilayah desa masing-masing dan lapor semua kejadian disertakan dokumentasi,” kata Agus kepada VoxNtt.com, Senin, 17 Agustus 2026 sore.
Agus mengatakan dirinya turut menjadi korban akibat gempa tersebut. Karena itu, pemerintah kecamatan berupaya tetap memberikan pelayanan kepada warga yang terdampak.
“Saya turut prihatin dengan kondisi wilayah di sana. Saya sendiri juga jadi korban,” ujar Camat Agus.
“Saya tetap berusaha untuk melayani semua korban dengan cara maksimal.”
Menurut Agus, pemerintah desa merupakan perwakilan pemerintah yang berada paling dekat dengan warga di lokasi terdampak. Namun, kondisi bencana membuat personel pemerintah juga terbatas.
“Pemerintah setempat adalah representatif. Kami kesulitan personel untuk turun lokasi. Kami semua juga korban, kami kehilangan tempat tinggal.”
Agus mengatakan sebagian personel pemerintah kecamatan saat ini bekerja di posko untuk melayani warga yang mengungsi.
“Kami bantu dan kerja di posko kecamatan karena di sini pengungsi banyak,” katanya.
Ia juga telah meminta pemerintah desa melakukan pendataan dan mendokumentasikan kerusakan di wilayah masing-masing. Laporan tersebut, kata dia, diperlukan sebagai dasar penanganan dan perhatian pemerintah selanjutnya.
“Saya sudah minta pemerintah desa dokumentasi dan foto serta lapor resmi agar mendapat perhatian selanjutnya.”
Agus mengatakan pemerintah kecamatan akan turun ke lokasi apabila kondisi memungkinkan.
“Bila sda memungkinkan, kami akan trun ke lokasi,” ucap Camat Agus.
Agus mengatakan hingga Senin, 17 Agustus 2026, Pemerintah Desa Lencur belum menyampaikan laporan resmi mengenai kondisi Kampung Tango Bali kepada pemerintah kecamatan.
Halaman Kampung Tango Bali, Desa Lencur, dilaporkan mengalami keretakan setelah gempa pada Sabtu pagi. Kampung tersebut berada di lereng bukit.
Selain halaman kampung yang retak, sebanyak 32 rumah warga dilaporkan hancur dan berantakan akibat gempa.
Warga Kampung Tango Bali, Kristoforus Karno mengatakan, kondisi tersebut membuat warga khawatir karena permukiman berada di kawasan lereng bukit.
“Kami berharap pemerintah segera mencari solusi atas bencana ini, termasuk membantu kebutuhan warga di tenda pengungsian di Golo Kawe,” kata Kristoforus.
Warga mengungsi di tenda yang berada di Golo Kawe, lokasi yang dianggap lebih aman dan berjarak dari Kampung Tango Bali.
Kristoforus berharap pemerintah segera menangani kondisi rumah warga yang rusak serta memastikan keamanan warga di tengah kondisi permukiman yang berada di lereng bukit.
“Tidak ada korban jiwa, tapi ada yang luka parah 10 orang dan luka ringan 10 orang,” terang Kristoforus.
Sementara itu, Kepala BPBD Manggarai Timur Agus Salim belum merespons upaya konfirmasi VoxNtt.com mengenai kondisi Kampung Tango Bali dan penanganan warga terdampak gempa. [VoN]

