Ruteng, VoxNTT.com – Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Hingga Senin, 17 Agustus 2026 pukul 08.00 Wita, sebanyak 54 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka.
Data tersebut berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kantor SAR Maumere. Korban tersebar di sejumlah wilayah terdampak, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Ende.
Gempa juga menyebabkan kerusakan pada ratusan fasilitas umum dan rumah warga. Bangunan yang terdampak antara lain fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan kantor pemerintahan.
Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Benny K. Harman mengunjungi sejumlah lokasi terdampak gempa di Flores. Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II itu menyebut telah mendatangi sejumlah wilayah terdampak.
“Saya sudah mengunjungi beberapa titik pascagempa bumi ini seperti Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur,” kata Benny saat ditemui voxNtt.com di Nunur, Kecamatan Satarmese, Manggarai, Senin, 17 Agustus 2026.
Selain mengunjungi warga terdampak, Benny mengatakan telah menyalurkan bantuan berupa bahan pangan kepada masyarakat di sejumlah kabupaten.
“Saya telah memberi bantuan 10 ribu ton beras, 10 ribu dus Indomie dan 10 ribu botol Aqua gelas bagi masyarakat korban,” imbuh Anggota Komisi III DPR RI itu.
Benny juga mengapresiasi perhatian dan bantuan pemerintah pusat kepada masyarakat yang terdampak gempa.
“Terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian yang tinggi dan bantuan nyata terhadap masyarakat. Ini artinya negara hadir di tengah korban. Masyarakat perlu bersabar dan negara pasti memberikan bantuan,” tegas Benny.
Berdasarkan data sementara BNPB dan Kantor SAR Maumere, penanganan dampak gempa masih berlangsung di sejumlah wilayah Flores. Pemerintah dan petugas terkait terus melakukan penanganan terhadap korban serta pendataan kerusakan akibat gempa. [VoN]

