Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pastor Marten Jenarut Tanggapi Bisnis Hiburan Pub di Cepi Watu
Regional NTT

Pastor Marten Jenarut Tanggapi Bisnis Hiburan Pub di Cepi Watu

By Redaksi23 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pastor Marten Jenarut, koordinator JPIC Keuskupan Ruteng
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com-Pro-kontra kehadiran pub di Cepi Watu, Borong, ibu kota kabupaten Manggarai Timur menimbulkan reaksi beragam dari banyak pihak.

Sebelumnya kepala dinas Pariwisata Matim, Galus Ganggus menyatakan bahwa pub itu tempat memuliakan kehidupan.

BACA: Pub di Cepi Watu Diminta Tutup

“Di situ kita bisa minum dan dengar musik. Kalau minum kan kita dilayani dan pelayannya itu perempuan. Kalau perempuan, dia harus tunjukkan kewanitaannya. Dia harus cantik, pake lisptik, yang tau merias diri, kalau bisa sedikit harum dan punya daya tarik. Itu kebutuhan hidup dan saya pikir itu manusiawi. Jadi, pub itu tempat memuliakan kehidupan”, katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya pada Rabu (23/2/2017).

Menanggapi pandangan tersebut, Kordinator Justice, Peace, Integration of Creation (JPIC) Keuskupan Ruteng, Pastor Marten Jenarut mengakui hakekat pub sebagai tempat menikmati rekreasi dan seni musik.

Namun menurut dia, dalam prakteknya pub menjadi tempat maksiat.

“Ada transaksi liar dengan para ladies yang bekerja di situ dengan penampilan yang mengerikan”, katanya saat dihubungi melalui Whats App pada Rabu (23/2/2017).

BACA: Kadis Pariwisata Matim: Pub Itu Tempat Memuliakan Kehidupan

Selain itu, lanjut Romo Marten, pub  juga menjadi tempat mangkalnya korban perdagangan manusia. Sebab itu, ia minta hal ini tidak boleh dibiarkan.

“Seharusnya pemda berkewajiban mengawasi dan apabila ada praktek yang menyimpang dicabut saja izin usahanya”, katanya.

Atas dasar itu, ia tidak setuju jika pub disebut tempat memuliakan kehidupan, karena membawa orang pada perbuatan tercela.

“Seperti mabuk, narkoba, transaksi seks. Yang beginian bukan budaya orang Manggarai yang beriman dan bermoral”, imbuhnya. (Ano Parman/ VoN).

Manggarai Timur
Previous ArticleKadis Pariwisata Matim: Pub Itu Tempat Memuliakan Kehidupan
Next Article Jadi Tuan Rumah, Bank NTT Gelar Undian Panen Rezeki Rp 3 Miliar

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.