Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»SMKN 2 Kota Komba Masih Kekurangan Ruang Belajar
INTERNASIONAL

SMKN 2 Kota Komba Masih Kekurangan Ruang Belajar

By Redaksi24 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi ruang belajar dibatasi dinding tripleks
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com-SMKN 2 Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur, NTT yang didirikan tahun 2014 silam masih kekurangan ruang belajar.

Kepala Sekolah SMKN 2 Kota Komba, Fransiskus Alek saat diwawancarai VoxNtt.com diruang kerjanya Kamis, (23/02/17) menjelaskan bahwa pada bulan Juli 2014 SMKN 2 Kota Komba sudah mulai menerima siswa-siswi pertama dengan jumlah 18 orang.

Siswa tersebut dibagi dalam dua jurusan yaitu, Teknologi Komputer dan Jaringan dan Geri Kultur Tanaman Pangan.

Dalam perjalan menurut Kepsek, SMKN 2 Kota Komba waktu itu belum punya gedung dan terpaksa meminta bantuan kepada SDK Rende untuk gunakan gedung sebagai proses belajar mengajar berlangsung.

Di tahun 2015 SMKN 2 Kota Komba mendapatkan alokasi dana dari DAK untuk membangun tiga ruang kelas, satu ruang perpustakaan, satu ruang Lap Fisika, MCK satu unit.

“Alokasi dana waktu itu sebesar satu miliar dua ratus sepuluh juta” jelas Fransiskus.

Walaupun ada penambahan lanjut Fransiskus, kondisi ruang kelas masih sangat terbatas. Untuk itu ke depan pihaknya berusaha untuk menambah tiga ruangan kelas lagi.

“Sambil kami menunggu bantuan dari pemerintah secara langsung, saya selaku kepala sekolah merasa tidak nyaman ketika melihat satu ruangan kelas ditempatkan oleh dua rombongan belajar apalagi sekatnya hanya didinding oleh tripleks. Otomatis proses belajar mengajar berlangsung sangat mengganggu sekali” katanya

Kepsek Frans berharap agar ke depan pemerintah secepatnya atasi kekurangan ruang belajar yang dialami saat ini.

Keluhan yang sama dirasakan Siprianus Mado, salah seorang Guru SMKN 2 Kota Komba. Ia mengakui  kendala utama yang dialami selama ini adalah kekurangan ruang kelas.

“Satu ruang kelas dibagi dua dan ditempatkan oleh dua rombongan belajar. Menurutnya dengan cara pembagian seperti ini proses belajar mengajar menjadi terganggu dan sangat tidak efektif: tutur Mado. (Kontributor: Mulia Donan/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleTanam Jeruk Kantibmas, Cara Polres TTU Jalin Hubungan dengan Masyarakat
Next Article Batal Resmikan Teras BRI Lewat Tele Conference, Jokowi Direncanakan Hadir di Labuan Bajo

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.