Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Tak Punya Jaringan Internet, Visitasi Akreditasi Virtual SD Katolik Waturaka Terganggu
HEADLINE

Tak Punya Jaringan Internet, Visitasi Akreditasi Virtual SD Katolik Waturaka Terganggu

By Redaksi29 November 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para guru dan siswa SD Katolik Waturaka sedang mengikuti visitasi virtual akreditasi sekolah di halaman rumah warga. (Foto: Ian Bala/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, VoxNTT – Minimnya akses jaringan internet membuat segala aktivitas berbasis digital terganggu. Tak terkecuali, proses visitasi virtual untuk kepentingan akreditasi sekolah di SD Katolik Waturaka, Desa Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Ende. 

Akses jaringan internet di sekolah tersebut sangat minim dan kerap terganggu. Akibatnya, saat sekolah itu hendak divisitasi oleh asesor, pihak sekolah harus bersusah payah untuk mencari sinyal agar kegiatan virtual itu berjalan.

“Kami harus pakai halaman rumah masyarakat untuk kegiatan visitasi akreditasi. Karena dilakukan secara virtual,” ujar Kepala SD Katolik Waturaka Raymundus Minggu, Sabtu (28/11/2020).

Proses visitasi virtual dilaksanakan selama dua hari, yakni Jumat sampai Sabtu. Proses tersebut digelar dengan jaringan internet yang minim dan terputus-putus sehingga tidak berjalan sesuai harapan.

“Kami gunakan jaringan hotspot, dan prosesnya terputus-putus. Tidak berjalan baik padahal semua kegiatan itu harus dilakukan secara online termasuk mengunggah data-data yang dibutuhkan,” ucap Raymundus.

Ia menambahkan lembaga sekolah tersebut belum memiliki jaringan internet untuk memenuhi tuntutan zaman digital seperti saat ini. Untuk itu, pihaknya berharap agar pemerintah bisa menyediakan akses internet untuk melancarkan semua keperluan termasuk proses belajar mengajar berbasis digital di sekolah itu.

“Kita sedang proses akreditasi sekolah dari C gemuk ke status B. Jadi salah satu syarat yang dibutuhkan ialah jaringan internet karena selain untuk kepentingan sekolah, para siswa juga membutuhkan itu untuk akses,” ujar Raymundus.

Penulis: Ian Bala

Editor: Yohanes

Ende Pendidikan NTT
Previous ArticleHal-Hal yang Saya Ketahui Setelah Membaca Kita Suci-Antologi Puisi Rey Baliate
Next Article Gunung Ile Ape di Lembata Meletus, Warga Panik dan Berhamburan

Related Posts

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

STIPAR Ende Bekali Calon Wisudawan lewat Seminar Akademik

13 Februari 2026

PLN Sigap Tangani Kebakaran Gudang Logistik di Flores Barat

27 Januari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.