Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Cina Peringatkan, Jangan Memulai Perang Dingin Baru
INTERNASIONAL

Cina Peringatkan, Jangan Memulai Perang Dingin Baru

By Redaksi26 Januari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Presiden China, Xi Jinping (Tempo.co)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT- Presiden Cina, Xi Jinping, mengeluarkan peringatan kepada para pemimpin dunia.

Ia meminta mereka untuk jangan mencoba memulai Perang Dingin baru di tengah situasi pandemi Covid-19 sekarang. Apa yang seharusnya terjadi saat ini, kata dia, adalah persatuan, bukan perpecahan.

Demikian dirilis portal berita Tempo.co, Selasa (26/01/2020)

“Membentuk blok kecil, memulai Perang Dingin baru, ataupun mengancam negara lain…akan membawa dunia ini kepada perpecahan,” ujar Xi Jinping dalam acara World Economic Forum, yang digelar secara virtual, Senin, 25 Januari 2021.

Meski Xi Jinping tidak menyinggung satu pun nama, pernyataan tersebut seperti ditujukan kepada Presiden Amerika Joe Biden. Hal itu memandang konteks hubungan Amerika-Cina yang masih renggang.

Joe Biden, sebagaimana diketahui, memandang Cina sebagai kompetitor utama Amerika. Oleh karenanya, ia berniat untuk merevitalisasi aliansi global untuk melawan pengaruh Cina yang kian kuat.

Belum sepekan sejak Joe Biden dilantik, ketegangan antara Amerika dan Cina sudah mulai muncul. Hal yang terbaru, Cina mengangkat isu Laut Cina Selatan ke Amerika. Lewat Kementerian Luar Negerinya, Cina meminta Amerika untuk menarik semua armadanya dari Laut Cina Selatan.

Menurut Cina, Laut Cina Selatan adalah milik mereka dan keberadaan armada Angkatan Laut Amerika di sana hanya akan menimbulkan ketidakstabilan regional. Selain itu, Cina juga meminta Amerika untuk tidak ikut campur urusan kedaulatan Taiwan yang juga diklaim Cina sebagai bagiannya.

Xi Jinping menyatakan, ia tidak menginginkan konfrontasi apapun. Menurutnya, hal itu hanya akan mencelakai kepentingan negara manapun dan kesejahteraan rakyat. Oleh karenanya, kata ia, perang dalam wujud apapun harus dihindari.

“Yang perlu kita lakukan adalah membentuk perekonomian terbuka…mengesampingkan diskriminasi, standar ganda, tembok perdagangan yang tinggi. Apa yang kita perlukan adalah investasi dan pertukaran teknologi,” ujar Xi Jinping.

Soal ekonomi, Cina mengalami peningkatan PDB sebanyak 2,3 persen tahun lalu. Angka itu yang terkecil sejak 1976. Target mereka, pertumbuhan ekonomi naik 7,9 persen tahun ini, menimbang efek pandemi Covid-19. Adapun dalam hal penerimaan modal asing, Cina sudah menyalip Amerika di bawah kepemimpinan Xi Jinping.

Sumber: Tempo.co
Penulis: Long

internasional
Previous ArticleKisah Pilot Jadi Kuli Bangunan dan Pengantar Barang karena Corona
Next Article Warga Wuhan Kini Sudah Hidup Normal

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.