Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Presiden Pakistan Positif Covid-19 Seminggu Setelah Divaksin, Begini Pengakuannya
INTERNASIONAL

Presiden Pakistan Positif Covid-19 Seminggu Setelah Divaksin, Begini Pengakuannya

By Redaksi30 Maret 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Presiden Pakistan, Arif Alvi saat menerima vaksin tahap pertama, Senin (15/03/2021). (Foto: beritasatu.com).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNtt.com-Presiden Pakistan, Arif Alvi terkonfirmasi positif Covid-19 seminggu setelah divaksin tahap pertama sesuai pengakuannya yang kemudian viral pada Selasa (30/3/2021).

Melansir Reuters, pemerintah Pakistan mnampilkan sebuah foto dimana persiden Arif Alvi menerima vaksin pada 15 Maret lalu.

Diketahui, vaksin yang diberikan kepada Arif Alvi adalah sinopharm. Selain Presiden Pakistan, Menteri Pertahanan negara itu, Pervez Khattak juga mengatakan dirinya positif Covid-19.

Sebelumnya, Perdana Menteri Imran Khan dinyatakan positif setelah menerima suntikan dosis pertama vaksin Covid-19 awal bulan ini. Para pejabat mengatakan, dia kemungkinan telah terinfeksi Corona sebelum divaksin.

“Kita semua perlu menanggapi gelombang ketiga ini dengan sangat serius. Semoga Allah melindungi kita semua,” demikian pesan Khattak.

Baca: Isu Alat Kelamin Membesar dan Nafsu Seks Meningkat Warnai Kegiatan Vaksinasi Covid-19 di Nagekeo

Kasus Covid-19 di negara tersebut meningkat pesat menjadi 659.116 orang jerjangkit dan lebih dari 14.250 kematian, serta dilaporkan ada 4.525 kasus baru dan 41 kematian selama 24 jam terakhir.

Pemerintah Pakistan saat ini tengah memeroses pemberlakuan pembatasan yang lebih ketat, termasuk larangan upacara pernikahan dan pertemuan besar.

Untuk diketahui, Pakistan meluncurkan vaksinasi untuk masyarakat umum pada 10 Maret, dimulai dengan para lansia, usai menyetujui penggunaan vaksin dari beberapa negara.

Vaksin China Sinopharm dan CanSinoBio, juga Oxford-AstraZeneca, dan Sputnik V Rusia adalah deretan vaksin yang telah disetujui untuk penggunaan darurat di Pakistan. (VoN)

Arif Alvi CanSinoBio Imran Khan Oxford-AstraZeneca Pakistan Pervez Khattak Presiden pakistan sinopharm Vaksin Covid-19
Previous ArticleKisah Francis Ngannou, Juara Kelas Berat UFC yang Memulai Kariernya dari Buruh Kasar dan Tukang Ojek
Next Article Eksotisme Gua Batu Cermin dan Gua Rangko di Labuan Bajo

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.