Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Istri Wakil Bupati Malaka Peduli Pengrajin Tenun Ikat
Regional NTT

Istri Wakil Bupati Malaka Peduli Pengrajin Tenun Ikat

By Redaksi20 Juli 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ceicilia Bere Buti saat mengunjungi salah satu kelompok penenun di Kecamatan Botin Leobele. (Foto: Frido Raebesi).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun,VoxNtt.com-Budaya menenun di Kabupaten Malaka masih terlestarikan hingga kini. Kelestarian budaya yang diakui bernilai seni tinggi itu didasari untuk memenuhi kebutuhan adat dan budaya setempat.

Namun belakangan, menenun telah menjadi profesi dan menjadi sumber penghasilan bagi perempuan-perempuan Malaka.

Saat ini berbagai pihak di Kabupaten Malaka terus mendorong pelestarian tenun ini. Salah satunya ialah istri Wakil Bupati Malaka, Ceicilia Bere Buti.

Ceicilia kerap melakukan blusukan ke desa-desa, bertemu dengan pengrajin. sambil menyaksikan para pengrajin menenun, mendengarkan cerita mereka. Dia juga membagikan benang sebagai bahan baku pembuatan tenun tersebut.

“Karena kecintaan saya terhadap tenun Malaka, maka saya niat sendiri untuk bagi benang ini,” ungkap Ceicilia Bere Buti kepada Voxntt.com, (18/07/2021).

“Ini dari dana pribadi,” tegas Lia, sapaan akrabnya.

Istri Wakil Bupati Kim Taolin ini mengatakan, tenun ikat khas Malaka adalah warisan dan kekayaan budaya yang wajib dilestarikan.

“Benang dan motif indah dipadukan lalu ditenun dan hasilnya sangat bagus serta bernilai seni tinggi,” ungkap Ceicilia Bere Buti.

Ia juga menegaskan, tenun ikat itu, wajib dilestarikan.

“Ke depan, semoga saya bisa membantu lebih banyak lagi kelompok tenun yang ada di Malaka,” kata Ceicilia Bere Buti.

Selain tujuan untuk pelestarian, Ceicilia Bere Buti juga berharap agar hasil tenunan para ibu rumah tangga di Malaka dapat dijual dengan harga yang baik.

“Nanti kita jual untuk menambah pendapatan, sekaligus melestarikan warisan leluhur yang sangat bernilai seni ini,” imbuhnya saat mengunjungi salah satu hasil tenun ikat di Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi

Editor: Boni J

Ceicilia Bere Buti. Malaka Kim Taolin
Previous ArticlePilkada Matim 2024 di Tengah Kegelisahan Demokrasi
Next Article ‍‍‍‍‍‍‍‍‍Terobosan Kadis KPP Matim Selama 100 Hari ke Depan

Related Posts

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026
Terkini

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.