Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»AS Siap Dukung Penyelidikan atas Serangan Kapal Tanker Israel di Laut Arab
INTERNASIONAL

AS Siap Dukung Penyelidikan atas Serangan Kapal Tanker Israel di Laut Arab

By Redaksi3 Agustus 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi kebakaran kapal tanker
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT – Sebuah kapal tanker Mercer Street Angkatan Laut Amerika Serikat yang dikelola Israel diserang di Laut Arab, lepas pantai Oman pada Sabtu, 31 Juli 2021 lalu.

Pasca-serangan itu, AS siap mendukung penyelidikan atas peristiwa nahas tersebut yang diduga menewaskan dua orang yakni, satu warga Inggris dan satu lagi warga Rumania.

“Para ahli bahan peledak Angkatan Laut AS berada di atas kapal untuk memastikan tidak ada bahaya tambahan bagi kru, dan siap untuk mendukung penyelidikan atas serangan itu,” kata Komando Pusat AS yang mengawasi operasi militer Amerika di Timur Tengah dan Asia Tengah, dalam pernyataan resminya dilansir CNN Indonesia yang dari Reuters, Sabtu (31/07/2021).

Pasukan angkatan laut AS mengatakan kemungkinan kapal itu terkena serangan pesawat tak berawak (drone).

“Indikasi awal jelas menunjukkan serangan gaya UAV (drone),” tambahnya.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menyalahkan Iran atas serangan itu. Bahkan, ia menegaskan mereka pantas mendapat tanggapan keras.

Lapid mengaku sudah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengenai insiden itu.

“Kami bekerja sama melawan terorisme Iran, yang merupakan ancaman bagi kita semua, dengan merumuskan tanggapan internasional yang nyata dan efektif,” katanya di Twitter

“(Iran) berulang kali keliru dalam memahami komitmen kami untuk melindungi diri kami sendiri dan kepentingan kami,” sambungnya.

Sebelumnya, Militer Inggris pada Jumat (30/7/2021) melaporkan sebuah kapal dagang milik Israel dilaporkan diserang di lepas pantai Oman di Teluk Arab.

Laporan tersebut tidak memberikan penjelasan lebih rinci terkait insiden tersebut.

Sebuah pernyataan awal yang singkat dari Operasi Perdagangan Maritim Inggris, militer Inggris mengatakan penyelidikan sedang dilakukan atas insiden tersebut, yang digambarkan terjadi pada Kamis malam tepat di timur laut pulau Masirah Oman.

“Lokasinya lebih dari 300 kilometer tenggara ibukota Oman, Muscat,” kata militer Inggris disadur Sindonews dikutip dari Al Arabiya.

Pernyataan itu tidak memberikan rincian lebih jauh terkait penyerangan tersebut. Serangan itu diduga tidak melibatkan pembajakan.

Sebelumnya pada hari Kamis, kelompok militer Inggris mengatakan sedang menyelidiki insiden lain yang tidak dapat dijelaskan di daerah yang sama, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut.

Kemudian pada Jumat, Kementerian Pertahanan Inggris mengidentifikasi kewarganegaraan pemilik kapal, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut.

Para pejabat Israel tidak segera mengakui insiden itu. Meski begitu insiden terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran terkait negosiasi kesepakatan nuklir Teheran dengan kekuatan dunia yang terhenti.

Sumber-sumber yang dekat dengan intelijen AS dan Eropa mengatakan Iran adalah tersangka utama mereka atas insiden itu.

Media pemerintah Iran, Al Alam TV, mengatakan serangan terhadap kapal itu terjadi sebagai tanggapan atas serangan yang dicurigai dari Israel dan tidak ditentukan di bandara Dabaa di Suriah.

Iran dan Israel kerap saling tuduh soal serangan kapal masing-masing dalam beberapa bulan terakhir.

Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO), yang menyediakan informasi keamanan maritim, mengatakan kapal itu berada sekitar 152 mil laut (280 km) timur laut dari pelabuhan Duqm Oman ketika diserang.

Serangan itu menyebabkan dua orang tewas, satu warga Inggris dan satu lagi warga Rumania.

Mercer Street yang berbendera Liberia itu, dikelola oleh Zodiac Maritime milik Israel.

Perusahaan itu mengatakan, kapal berlayar di bawah kendali awaknya dan memiliki kekuatan sendiri ke lokasi yang aman dengan pengawalan angkatan laut AS.

Menurut kapal pelacak Refinitiv, kapal tanker ukuran sedang itu menuju Fujairah di Uni Emirat Arab, dari Dar es Salaam di Tanzania.

Ketegangan meningkat di kawasan Teluk sejak Amerika Serikat memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran pada 2018 lalu, usai mantan Presiden Donald Trump menarik Washington dari kesepakatan nuklir Teheran 2015 dengan negara-negara besar.

Penulis: Tarsi Salmon
Sumber: CNN Indonesia dan Sindonews

Amerika internasional Iran Israel
Previous ArticleFKIP Unika Santu Paulus Tamatkan 467 Sarjana Pendidikan
Next Article Polii dan Apriyani Vs Wajah Pejabat Musiman

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.