Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Penerapan Nilai Pancasila dalam Pendidikan Mahasiswa di Tengah Pandemi
Gagasan

Penerapan Nilai Pancasila dalam Pendidikan Mahasiswa di Tengah Pandemi

By Redaksi2 September 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi demokrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Kristoforus Thom

Pancasila merupakan dasar hukum dari bangsa Indonesia. Sebab itu, lambang negera itu harus ditaati dan dilaksanakan oleh setiap warganya. 

Pancasila memiliki lima dasar yaitu; pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab, ketiga Persatuan Indonesia, keempat Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, kelima Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Sebagai masyarakat yang beradab, khususnya mahasiswa tentu saja harus mentaati kelima sila ini secara konsukuen dan baik. Sebab, dia kaum berpendidikan. 

Mengapa harus konsukuen dan baik? Ini bermaksud agar para mahasiswa menjalani dan melaksanakan kelima sila ini secara sederhana. Misalnya, dalam berbicara atau bertindak harus menunjukan nilai sopan santun.

Secara umum, nilai Pancasila yang perlu dipegang mahasiswa ialah nilai saling toleran antaragama dan sosial masyarakat pada umumnya. 

Mengapa? Karena kebanyakan mahasiswa lebih beraduh otot untuk melawan mahasiswa dari fakultas lain demi melihat siapa yang lebih hebat dalam pertarungan fisik. 

Sikap seperti ini membuat mahasiswa lupa akan sila ketiga dan kelima yaitu Persatuan Indonesia dan Keadilan Sosial.

Masyarakat Indonesia memiliki hak bebas. Entah itu hak hidup dan hak bebas yang sudah ditetapkan oleh bangsa dan negara.  

Kita dilahirkan secara bebas, rasional dan berakal sehat. Meski begitu, bukan berarti kita benar–benar bebas. 

Usia yang membawa kebebasan, membawa serta sifat yang bermartabat untuk kemajuan nusantara dalam berpendidikan.

Pendidikan sebagai antisipasi dalam pola pikir masyarakat. Agar semua orang tidak melanggar hak– hak rang lain, dan agar Pancasila, yang menghendaki kedamaian serta kelestarian bangsa Indonesia. Itu terutama dalam mewujudnyatakan karya asosiasi bangsa dan negara yaitu Pancasila.

Pancasila dan pendidikan sebenarnya punya keterkaitan atau hubungan kesinambungan. Pancasila ada, tentu saja melalui orang-orang yang berpendidikan. Demikian pun pendidikan ada dikarenakan lahirnya Pancasila. 

Sebab itu masyarakat dituntut untuk mengeyam pendidikan supaya bisa memperoleh pola pikir yang bermoral dan bermartabat.

Pendidikan Pancasila di Tengah Pandemi

Di masa pandemi Covid-19, pemerintah mengambil kebijakan agar para mahasiswa belajar dari rumah secara online (Daring) dan mengikuti vaksinasi di daerah masing – masing. 

Kebijakan pemerintah ini, sebagai antisipasi supaya para mahasiswa tidak terinfeksi virus Corona dan tidak menjadi mata rantai  penyebaran virus itu di masyarakat. 

Maka dari itu, mahasiswa harus menjalani peraturan ini  sebagai bukti bahwa dia berpendidikan dan taat pada peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintahan bangsa Indonesia.

Kebijakan untuk belajar dari rumah secara online memang membuat mahasiswa tidak fokus pada perkuliahan.

Faktornya banyak. Misalnya, jaringan pembelajaran yang terputus, terutama untuk daerah yang tidak lancar jaringan internet. Bisa juga karena biaya tidak cukup untuk membeli paket internet. 

Terlepas dari berbagai dinamika dalam proses pembelajaran secara itu, intinya, pendidikan di Indonesia harus kembali pada nilai luhur Pancasila. Ini penting untuk mengatasi krisis prilaku dan ilmu pengetahuan, terutama pada mahasiswa.

Kristoforus Thomas Fernandez (NIM: 61121057) adalah mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang

 

Kristoforus Thom
Previous ArticleDinamika Dunia Pendidikan di Masa Pandemi
Next Article Peran Kaum Muda bagi  Pancasila dan Pluralisme Agama

Related Posts

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.