Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jelang MT I 2022, Petani di Belu Terancam Belum Bisa Akses Pupuk Gratis
Regional NTT

Jelang MT I 2022, Petani di Belu Terancam Belum Bisa Akses Pupuk Gratis

By Redaksi26 Oktober 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi pupuk
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT– Jelang Musim Tanam (MT) I tahun 2022, petani di kabupaten Belu terancam belum bisa mendapatkan pupuk subsidi secara gratis.

Pupuk dan bibit gratis merupakan salah satu program unggulan bupati dan wakil bupati Belu saat ini.

Namun demikian, untuk Musim Tanam I tahun 2022, petani di Belu masih harus merogoh kocek untuk menebus pupuk subsidi dengan harga yang sudah ditentukan seperti yang berlaku setiap tahun.

Untuk mendapatkan pupuk subsidi, petani harus mengisi E-RDKK dan menebus pupuk subsidi dengan harga antara Rp95.000 –Rp125.000 per karung.

Demikian disampaikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Belu Gerardus Mbulu kepada VoxNtt.com, Senin (25/10/2021).

“Untuk pupuk kita masih menggunakan E-RDKK dan masih menggunakan harga tebus,” kata Gerardus.

Sebelumnya, informasi yang diperoleh media ini, untuk program pupuk gratis belum dianggarkan Dinas Pertanian.

Untuk tahun 2022, pengadaan pupuk masih menggunakan pola lama, di mana petani menebus pupuk dengan harga yang sudah ditentukan.

“Untuk pupuk gratis, tahun ini belum ada anggarannya,” ungkap sumber yang meminta namanya tidak dituliskan.

Selain belum bisa mendapatkan pupuk gratis, hingga akhir Oktober 2021, masih terdapat 200 lebih hektare lahan yang belum diolah.

Naum demikian, Gerardus optimistis sebelum musim hujan, pihaknya bisa menyelesaikan tunggakan lahan yang belum diolah.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Belu
Previous ArticleMantan Penjabat Kepala Desa Maktihan Jadi Tersangka, Wabup Malaka: Itu Bagian dari Kinerja Inspektorat
Next Article Bawaslu Raih Penghargaan Lembaga Paling Informatif Tahun 2021

Related Posts

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026
Terkini

Benturan Budaya Generasi Z dalam Birokrasi Feodal

10 September 2026

Gubernur NTT: Gempa Boleh Mengguncang, tapi Jangan sampai Ada Warga yang Tertinggal

9 September 2026

Gubernur NTT Pastikan Penanganan Gempa Palue Berlanjut

9 September 2026

Partai Perindo Terus Bergerak, Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak di Manggarai Barat

9 September 2026

Bantuan Bencana: Dari Sembako Ke Masa Depan Anak

8 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.