Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Panen Jahe Melonjak, Petani di Lelak Bingung Cari Pasar
NTT NEWS

Panen Jahe Melonjak, Petani di Lelak Bingung Cari Pasar

By Redaksi21 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD Manggarai, Kanis Erom dan Kepala Bank NTT Manggarai, Vinsen Sulung saat memantau tanaman jahe di Kecamatan Lelak
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Hasil panen tanaman jahe di Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai tahun ini diperkirakan melonjak. Namun, para petani mengaku bingung mencari pasar untuk menjual tanaman jahe mereka.

Petrus Palis, Ketua kelompok tani ‘Bantang Cama’ Desa Bangka Lelak, Kecamatan Lelak kepada wartawan, Sabtu (18/3/2017) mengatakan dia bersama anggota kelompok sudah serius mengembangkan tanam jahe sejak tiga tahun lalu.

Tahun 2017 ini kata dia, hasil panen mereka diperkirakan melonjak ketimbang dua tahun sebelumnya. Sekitar 800 ton jahe siap untuk dipanen.

Di tengah hasil penen melimpah ini, namun para petani pusing mencari pasar.

“Kami bingung sekarang, jahe-jahe siap untuk dipanen namun tidak tahu mau jual kemana, jika saat panen tidak ada yang datang beli maka akan menjadi mubazir,”kata Petrus.

Dikatakan, harga jahe bervariasi. Untuk jenis jahe merah sekitar Rp 7000 per kilogram. Sedangkan untuk jahe jenis gajah Rp 5000 perkilogram.

Menurut Petrus, jahe sebanyak ini tidak bisa hanya dijual ke pasar-pasar tradisional di Manggarai.

“Seberapa besar kebutuhan masyarakat untuk bumbu dapur, padahal produksi sangat banyak,” katanya.

Karena itu, Petrus berharap agar pemerintah kabupaten Manggarai bisa membuka berbagai akses termasuk mendatangkan investor.

Anggota DPRD Manggarai Kanis Erom mengatakan, beberapa tahun lalu pemerintah kabupaten Manggarai getol mencanangkan program tanaman jahe ini.

Dari tahun ke tahun, warga setempat tetap menanam bahkan terus mengembangkan jahe dengan luas lahan mencapai ratusan hektar.

Dikatakan, saat ini petani jahe akan mulai memanen. Namun mereka kesulitan di pemasarannya.

Menurut Kanis, meskinya pemerinta kabupaten Manggarai melalui instansi terkait segera membuka mata untuk mendatangkan investor agar jahe para petani ini bisa laku terjual.

“Saya baru pulang dari lokasi tanaman jahe, petani sudah mau panen tapi masih bingung mau dibawah kemana sebab belum ada investor yang melirik,” ujar anggota DPRD asal Kecamatan Lelak itu.

Dia menambahkan, ke depan pemerintah kabupaten Manggarai harus berpikir membangun industri jahe, mengingat saat ini para petani serius mengembangkannya.

Kanis mengaku, selain jahe petani di Kecamatan Lelak juga saat ini terus mengembangkan tanaman kopi.

“Jika kopi dan jahe dipadukan maka tentu ini sangat bagus, tinggal bagaimana mengembangkan dari sisi pemasaran,” katanya. (Adrianus Aba/VoN)

Manggarai
Previous ArticleMeteran Listrik Belum Dipasang, Warga Wejang Mawe Mengeluh
Next Article Soal Hasil Pengumuman Lelang Jabatan, Ini Kata Sekda Matim

Related Posts

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.